My Hockey Journey #11

Sukmalindo 2014, at Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM) Batu Pahat, Johor, Malaysia

Fyi, Sukmalindo (Sukan Malaysia Indonesia) adalah festival olahraga mahasiswa antara Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahunnya. Tapi tiap tahun ganti-gantian tuan rumahnya selang-seling Indonesia sama Malaysia. Olahraga yang dipertandingkan ada bermacam-macam, tapi biasanya gak lebih dari 10 cabang. Kalo di Indonesia, kegiatan ini merupakan programnya Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Kalo di Malaysia, mungkin di bawah lembaga/departemen yang sejenis ya. Tujuannya ya untuk mempererat tali silaturahmi antara Indonesia dengan Malaysia, khususnya lewat bidang olahraga di tingkat perguruan tinggi (mahasiswa). Jadi, Dikti biasanya nunjuk satu universitas (dari seluruh universitas di Indonesia, negeri maupun swasta) untuk mewakili satu cabang olahraga. Dikti gak asal tunjuk pastinya, karena Dikti pasti punya parameter, seperti Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), Kejurnas Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia, ataupun kompetisi tingkat perti berskala nasional tentunya. Jadi kalo udah dipilih untuk Sukmalindo ini, bisa dibilang Tim Nasional Mahasiswa πŸ˜€

UNJ ditunjuk Dikti untuk cabang hockey indoor putri. Walaupun cuma sebatas festival, tapi pembina Hockey UNJ berpendapat tetap harus ada persiapan yang maksimal. Aku pribadi setuju dengan beliau. Akhirnya diadakan Training Camp (TC) untuk Tim Sukmalindo 2014. Atlet-atletnya pun gak semuanya dari UNJ. Dari total 12 kuota pemain, mencakup 6 atlet UNJ, dan 6 lainnya dari universitas lain seperti UPI, STKIP Pasundan, STEI, dan Unigal. Hal itu juga atas pertimbangan para pembina dan juga pelatih, karena mau menempuh proses dan meraih hasil yang maksimal dalam Sukmalindo ini.

TC berlangsung sekitar 2 minggu (12-27 Agustus) di kampus. Latihannya di GSG tercinta, dan tidurnya di Rusunawa. Oh iya, sebelumnya aku sangat bersyukur karena bisa terpilih dalam tim ini. Tapi kemudian aku agak dilema, karena aku lagi masa PKL (praktik kerja lapangan). Dimana PKL itu setiap hari dari pagi sampe sore. Sementara TC juga setiap hari latihan pagi dan sore. Akhirnya aku berusaha jalanin aja dua-duanya walaupun dengan terseok-seok. Paginya latihan, abis latihan langsung ke kantor, sorenya izin pulang duluan untuk ke kampus latihan lagi. Tapi ada satu dua hari aku bolos PKL karena kecapean, atau aku izin gak ikut sesi latihan pagi atau sorenya buat maksimalin waktu di kantor. Alhamdulillah aku bisa ngejalaninnya dengan lancar dan senang hati. Yang aku rasain sih TC-nya asik banget, dari latihannya sama temen-temennya, dua-duanya seru. Gak tau kenapa dari hari ke hari malah tambah semangat aja. Terus kebetulan lingkungan di kantor juga asik dan mendukung, cuma gak enak aja akunya sering izin pulang duluan hehe.

Jadi begitulah rutinitas aku berubah drastis selama 2 minggu itu jadi hectic banget ya kayanya.. Tapi ya itu tadi, aku nemuin sesuatu yang berkesan banget selama TC bareng temen-temen Tim Sukmalindo ini. Yeah, a new friendship has made. Secara, tidur makan ngapa-ngapain bareng gitu.. Dan sempet ada sesi refreshing ke Dufan juga. I have to admit that it was really fun πŸ™‚ (refreshing session is needed among hard practice sessions!)

Akhirnya masa TC kelar. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Kita berangkat Kamis pagi dari Bandara Soetta Jakarta, dan sampai di Kuala Lumpur siang. Ternyata Johor itu cukup jauh dari KL, memakan waktu 3 jam perjalanan tanpa macet. Dan ternyata UTHM itu di pelosok banget pemirsa.. Kaya di kampung gitu. Jadi mau kemana-mana susah. Mana kampusnya sepi karena lagi masa libur. Tapi kan niatnya emang tanding ya, bukan jalan-jalan hahaha (tapi tetep aja bete, hiks).

Setelah welcome dinner malem harinya, ada manager meeting. Itu buat sosialisasi peraturan pertandingan besoknya. Dan….. ternyata…… yang dipertandingkan itu hockey field. Entah harus nyalahin siapa. Menurut aku sih miskom di Dikti, okelah gak usah terlalu dibahas. Intinya, kita main hockey field bukan hockey indoor. Coba bayangin gimana perasaan kita… Rasanya terlalu abstrak untuk digambarin. Pelatih bingung, pembina juga bingung. Apalagi kita para atlet. But the show must go on. Akhirnya besoknya kita tetep tanding. Iya. Hockey field. Huft banget kan.. Udah kebayang gimana ganasnya tim Malaysia πŸ˜₯

Untungnya kita punya pembina dan pelatih yang super. Bisa ngembaliin kepercayaan diri dan menumbuhkan semangat. “Main fun aja, gak usah ada beban. Kita gak ada target kok.. Main lepas aja. Gak usah macem-macem hit atau apa. Main field pake style indoor aja..” Kira-kira begitu kata pelatih aku. Tim Malaysia-nya juga ngertiin kita. Jadi kita dipinjemin stick field, walaupun akhirnya tetep pake stick indoor (atas saran pelatih, biar tangan gak kaku dan skill gak ilang). Tadinya mau gini: babak pertama Indonesia vs Malaysia, terus babak keduanya di-mix. Eh, ternyata babak pertama sengit pemirsa.. Ketinggalan 1-0 sih tapi Malaysia-nya udah agak kewalahan juga tuh haha. Akhinya babak kedua tetep lanjut tanding gak jadi mix. Di babak kedua, Malaysia makin ganas aja. Keluar deh tuh skill field beneran. Tapi tetep sengit loh.. Finally, the game is over. Skor akhir kita kalah 3-0 lawan Malaysia.

Iya, kalah 3-0, iyaaa.. But it didn’t matter at all. Menurut aku dan temen-temen, we did a great job. Kita main bener-bener lepas, tanpa beban, dan tetep kompak. Tapi juga gak asal-asalan, we did gave our all.. Malaysia-nya sendiri bilang, defend kita bagus kok.. πŸ˜€ Pokoknya aku bangga banget sama temen-temen satu tim, bangga banget. Oh iya, aku juga seneng soalnya sempet tukeran jersey kaos tanding sama pemain Malaysia yang nomor punggungnya sama kaya aku #3! Wiiiih lengkap banget senengnya hari itu πŸ˜€

Jadi di Sukmalindo tahun ini sebenernya 2x tanding gitu, semacem home sama away. Tapi karena miskom yang udah dibahas tadi, hockey cuma main sekali aja. Hari berikutnya kita jalan-jalan deh! Eh lupa, orang di pelosok, mau kemana buu. Kita cuma ke Batu Pahat Mall yang isinya gak jauh sama Arion (serius!). Dan waktu kita kesana masih pagi, belum banyak toko yang buka. Nasib..

Siangnya ada lunch dan pertemuan dengan petinggi-petinggi UTHM, dan malemnya ada semacam gala dinner dan penutupan. Abis itu packing buat pulang besoknya!

Ya begitulah kira-kira cerita di dua minggu terakhir bulan Agustus yang bisa aku rangkum. Yang jelas berkesan banget dan unforgettable. Tanpa mengurangi rasa hormat dan sayang aku ke hockey UNJ, I want to say that I was really reallyyyy happy with this Sukmalindo 2014 team. Termasuk Coach Agay dan Coach Yayan tentunya. I think we had many great moments. Tapi kalopun misalnya yang berangkat full team Hockey UNJ, putra putri, pasti bakalan rame dan seru juga. Pasti πŸ™‚

Alhamdulillah terima kasih ya Allah. Bagi aku ini semua adalah berkah. Makasih atas kesempatannya. Semoga nanti diberi kesempatan lagi untuk bisa ikut event-event kaya gini lagi 🐻 Aamiin.

 

Advertisements

My Hockey Journey #6

β€”

KHRM VIII 2013

I didn’t write about this in my previous blog. Yeah, I did skip some events because I was too lazy to write it on blog. It was a my second KHRM, but it was totally different from the first one because we (all of hockey UNJ members) had to be both athletes and committees. And it was not easy at all. It actually made me crazy at that time since we also had to deal with lectures and other college things too. I couldn’t tell you how hard it was, but thank God we could manage it. And the result was still great. Both men’s team and women’s team got the champion title. Alhamdulillah, Your blessings are always amazing, dear Allah.. πŸ™‚

a17

a18

β€”

Sukmalindo 2013

Baru aja tarik nafas sebentar abis jadi ‘agen ganda’ di KHRM VIII, udah harus tancap gas lagi get prepared for Sukmalindo. Jadi Sukmalindo ini adalah ajang persahabatan olahraga (sukan) antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia. Tiap tahun gantian tempatnya, misalnya tahun ini di Indonesia, berarti tahun depan di Malaysia. Nah tahun 2013 ini Sukmalindo diselenggarakan di wilayah UPI Bandung. Alhamdulillah tim UNJ ditunjuk jadi perwakilan Indonesia alias tim nasional mahasiswa di cabang hockey indoor. I was so proud (all of us were!). Meskipun ini bukan kejuaraan dan cuma pertandingan persahabatan, but it was prestigious to me. Hasilnya kurang memuaskan buat timku (tim cewe) karena kita kalah dari tim Malaysia, sedangkan tim cowo menang lewat drama adu pinalti. Sedih sih tapi yang penting dapet pengalaman dan pelajaran berharga πŸ™‚

a19

a20