When being strong is my only option.

Everyone has problems. Everyone is not always happy. Everyone fights in her/his own battle.

But I keep telling myself: “Nothing to worry about, because you always have Allah. Be strong. Be patient. Keep praying.” ๐Ÿ™‚

Advertisements

Speak Good or Remain Silent

Assalamuโ€™alaikum warahmatullah ๐Ÿ™‚

Selamat pagi semuanya, selamat hari Jumat, selamat baca surat Al Kahfi!

Kali ini aku mau ngomongin tentang hal yang sering banget kita temukan dan lakukan di kehidupan sehari-hari. Kita sebagai makhluk sosial pastinya selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama tiap harinya. Berbagai kata, kalimat, obrolan, telah kita terima ataupun kita keluarkan. Mau itu omongan baik atau buruk. Iya kan? Sadar ga sadar sih ya hehe. Aku sendiri ga mengingkari kalo aku pernah berbicara baik dan buruk juga. Berbagai omongan atau pendapat yang ga enak juga sering aku terima.

Aku mau curhat sedikit nih. Ada satu kejadian baru-baru ini yang belum bisa aku lupain. Aku ga bisa ceritain secara detail ya. Aku lagi sama keluargaku waktu itu, abis pergi dan mau masuk ke rumah. Ada si oknum (gapapa ya disebut oknum hehe) lewat dan tiba-tiba ngomong ke kami, ga tau itu serius apa bercanda, pokoknya isinya ya bagi kami ga enak lah. Omongan itu ditujukan ke ayahku. Aku dan adik-adikku langsung asem mukanya, mau marah tapi ga enak juga, siapa tau si oknum cuma bercanda. Lagian receh banget kalo kaya gitu aja jadi ribut, udah malem juga waktu itu. Menurutku pribadi, walaupun misalnya bercanda, tapi kayanya kurang pantas si oknum ngomong gitu. Apalagi ditujukan ke ayahku, orang yang lebih tua. Aku kecewa, si oknum yang katanya orang pintar, lulusan dari universitas negeri terbaik di Indonesia, dan sekarang punya karir cemerlang, tapi kok omongannya kaya orang ga lulus SD. Sungguh disayangkan. Jadi gitu ceritanya.

Sejak saat itu aku jadi mikir. Eh sebenernya sih dari dulu kepikiran tapi ya biasanya langsung let it go aja. Kenapa ya, kita sebagai orang, sebagai manusia, kadang suka ngomong hal-hal yang ga berkenan ke orang lain? ๐Ÿ˜ฆ padahal bisa jadi gara-gara hal itu jadi timbul ghibah, permusuhan, dan perselisihan. Kenapa kita ga bisa selalu ngomong hal-hal baik yang ga nyakitin orang lain? Padahal alangkah indahnya kalo tiap obrolan, tiap omongan, isinya hal-hal baik yang bikin orang lain seneng. Sampai disini kira-kira paham maksudku ga, gengs?

โ€œYa elah, baper amat sih.โ€
โ€œYa elah bercanda doang.โ€
โ€œYa elah cuma digituin aja langsung ngambek.โ€

Pasti sering nih bergumam kaya gini dalem hati. Iya kan? Ngaku deh hehe. Ya aku pun juga. Emang sih, kan kita bisa jadi cuma bercanda, tapi ga sadar kalo kata-kata yang kita keluarkan itu bikin temen ngobrol kita jadi ga enak hati. Kan kita ga tau, mungkin dia lagi ada masalah atau kenapa, sehingga dia jadi sensitif. Dan buat yang bilang baper, plis deh! Kita sebagai manusia kan emang punya perasaan. Wajar dong kalo punya perasaan sedih atau seneng. Yang suka bilang baper, mungkin dia ga punya perasaan kali ya hehehe. Yap, untuk itulah, mulai dari sekarang yuk kita set otak kita untuk memfilter kata-kata dan omongan yang akan keluar dari mulut kita. Mari kita pikir dulu berulang-ulang kalau mau berbicara.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช
โ€œBarang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Ibnu Hajar menjelaskan, โ€œIni adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.โ€ (lihat Al-Fath, 10:446)

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafiโ€™i rahimahullah mengatakan, โ€œJika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).โ€

ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ

โ€œTiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.โ€ (QS. Qaf :18)

Nah, tambah mantep kan ada landasan dari Al Quran dan hadits-nya. Ini penting banget โค jadi udah tau kan, betapa pentingnya menjaga lidah. Kalo kata-kata yang keluar dari mulut kita ga baik, selain dosa, kita juga berpotensi menyakiti hati orang lain (dosa juga kan ya huhu). So, speak good or remain silent! ๐Ÿ™‚

Sebenernya nulis gini, ya buat ngingetin ke diri sendiri juga biar ga asal ngomong lagi, pokoknya mikir dulu dan lebih hati-hati lagi deh. Mending diem ya ternyata daripada kata-kata yang bakal keluar ternyata ga baik. Oh ya aku sekalian minta maaf juga ke temen-temen kalo aku ada salah dan khilaf, terutama semua kata-kata dan omongan yang keluar dari mulut aku.

Aku percaya kita semua bisa mengontrol diri kita untuk bisa menyaring apa-apa yang akan kita ucapkan. InsyaAllah bisaaaa, aamiin! Nah, kalo untuk menyikapi omongan buruk dan ga enak dari orang lain, gimana? Aku ada sih artikel bagus dan shahih, tapi mungkin next time ya. Yang jelas kudu sabar, kudu ikhlas. Kalo baper ya disimpen sendiri aja sambil berdoa. Kalo bisa sih, bales tapi dengan perkataan baik juga. Air tuba dibalas dengan air susu gitu hehehe ๐Ÿ˜€

Sekian dulu hari ini. Wassalamu’alaikum warahmatullah..

Pindah Sekolah (SMA Negeri di Jakarta)

Long time no see! Sebelumnya mau ngucapin MET LEBARAN YAAA Taqobbalallahu minna wa minkum, walopun telat banget I know. Jadi gimana libur lebarannya? Btw udah pada masuk kerja ya? Yang kuliah atau sekolah udah masuk belom? Kalo aku, hamdalah jam segini masih leha-leha di rumah haha ^^’

Kali ini aku mau cerita soal adikku yang paling bungsu, sebut saja Acil (bukan Mawar loh ya). Jadi Acil ini sekarang naik kelas 12, dan dia udah pindah sekolah 3x selama SMA, jadi total ada 4 sekolah yang udah dia cobain. Nah ini jadi banyak pertanyaan dari netijen, kok pindah-pindah terus, gimana caranya bisa pindah, nyogok bayar berapa buat pindah. Makanya aku mau klarifikasi sharing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Jadi, sekolah pertama yang dicobain Acil adalah MAN 4 Jakarta. Eits, janganย underestimateย ya denger kata madrasah. Emang sangat disayangkan, bukannya menggeneralisasi, tapi masyarakat kita masih suka gimana gitu ya, istilah kasarnya sih menganggap rendah, terhadap institusi madrasah. Biasanya kan kalo anaknya ga diterima di sekolah negeri atau bandel banget, dimasukin ke madrasah atau pesantren. Padahal di madrasah atau pesantren, pelajaran agama Islam lebih banyak which is very good lah buat kita sebagai muslim. Kembali ke laptop, jadi MAN 4 ini adalah MAN model, which means unggulan. Aku dulu juga ikut tes masuk sini karena orang tuaku mau anaknya lebih banyak belajar agama. Tesnya ga gampang, dari TPA, matek, bahasa Inggris, bahasa Arab, sholat, doa, baca Quran. Alhamdulillah waktu itu aku masuk dan berada di peringkat 3 besar. Tapi karena jauh, jadinya ga diambil. Nah, Acil juga ikut tes di MAN 4, dan surprisinglyย diterima juga. Acil ini udah beli seragam dan ikut ospek. Tapi pas ikut seleksi SMA (PPDB ya kalo ga salah namanya), dan diterima juga di sekolah negeri, dengan banyak pertimbangan akhirnya milih ke sekolah negeri dan ga jadi di MAN 4. Faktor lokasi emang jadi yang paling utama, orang tuaku juga dilema banget sama masalah ini.

Acil diterima di SMAN 51. Itu emang bukan pilihan pertamanya, tapi karena dapetnya itu ya udah akhirnya masuk situ. Lokasinya lumayan sih, sekitar 8-9 km dari rumah. Singkat cerita, orang tua mau Acil sekolah di tempat yang lebih kejangkau, ga lebih dari 5 km lah dari rumah. Mau pindah pas semester 2, tapi sayang di sekolah negeri yang deket rumah belum ada kuota.

Nah, pas naik ke kelas 11, ada kuota di SMAN 98 dan SMAN 106. Setelah daftar dan ikut tes, Acil diterima di 106. Acil sebenernya maunya masuk 98, tapi ya udah ga diterima. Acil pindah ke 106, dan orang tuanya lega karena sekolahnya deket, cuma 3 km dari rumah.

Tapi adikku yang satu ini pantang menyerah banget loh. Kelas 11 semester 2, dia cari info dan ternyata ada kuota lagi di 98 karena ada yang pindah. Akhirnya dia daftar lagi dan tes lagi. Alhamdulillah, dia diterima! Perjuangan Acil selama SMA ini tough banget ya, dan terbukti ga sia-sia. Jujur, aku salut sama dia, walopun (aku anggep) dia masih kecil tapi dia berani, pede, dan semangatnya besar. Acil sekarang sekolah dengan gembira setiap hari, dan yang paling penting katanya, bisa ikut ekskul hockey, yang ga ada di 51 dan 106. Selain itu, 98 jaraknya cuma 900 m dari rumah. ^^’

Tadi udah cerita kenapa Acil pindah-pindah sekolah, sekarang mau jawab how to-nya. Mungkin ga detail-detail banget, dan fyi ini buat yang sekolah negeri di Jakarta ya. Sebenernya nanti pas proses pindah juga bakal dikasih tau dan dituntun alurnya kok. ๐Ÿ™‚

  1. Cari info di sekolah baru (sekolah yang dituju/mau pindah ke sekolah itu) ada kuota atau bangku kosong ga. Karena kalo ga ada, ya ga bakal bisa (tapi ga tau juga ada pengecualian ga). Biasanya bakal ditempel di papan pengumuman di sekolah itu tentang informasi kuota.
  2. Daftar untuk tes di sekolah baru, dan kumpulin persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Biasanya sih akte, KK, ijazah pendidikan terakhir, rapot dari sekolah sebelumnya, surat pernyataan. Infonya pasti ada dan barengan sama info kuota kok.
  3. Tes di tanggal yang telah ditentukan. Pas Acil sih, ada tes tertulis (kemampuan akademik) dan wawancara. Paling ditanyain alasan pindah dan kegiatan di sekolah.
  4. Pengumuman diterima atau ga di sekolah baru. Biasanya ditempel juga.
  5. Konfirmasi atau lapor diri ke sekolah baru.
  6. Urus-urus dokumen. Nah ini aku kurang tau detailnya karena orang tua yang urus. Kalo ga salah sih, harus cabut berkas gitu di sekolah lama dan harus ke Dinas Pendidikan di wilayah kotamadya (kalo kami, Jakarta Timur). Eh apa kantor Walikota Jakarta Timur gitu. Pokoknya ngurusin dokumen dan berkas-berkas data Acil, bolak-balik antara sekolah lama, Diknas, dan sekolah baru. Cmiiw.
  7. Kalo udah beres ya udah. Selamat bersekolah di sekolah baru.

Pertanyaan yang paling penting, bayar ga sih pindah-pindah gitu? Alhamdulillah NOL RUPIAH saja ๐Ÿ™‚ Jadi gratis ya, wahai netijen. Di sekolah lama, sekolah baru, maupun Diknas, ga ditarik biaya sama sekali, parkir pun gratis hehe. Prosesnya juga gampang, cepat, dan ga ribet. Thanks to our last governor yang kinerjanya emang terbukti bagus (plis ini bukan kampanye ya wahai netijen, fyi aku pastinya bukan pendukung beliau). Lagian kalo misalnya harus bayar, ya ga bakal lah orang tuaku mau mindah-mindahin anaknya, karena kami sama sekali ga ada biaya buat itu. Kami tergolong keluarga yang pas-pasan aja tapi kami bahagia. โค

Sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat. Kali aja ada yang mau pindah sekolah. Hehe ๐Ÿ˜€

Birthday?

Halo temans! Di tengah-tengah flashbackku tentang my hockey journey, aku bakal tetep nulis soal yang lain kok, tenang aja hehehe. Aku ga mau yang baca sampai bosen kalo blog aku tentang hockey mulu ๐Ÿ˜€

Honestly, aku nulis ini karena terinspirasi oleh sahabatku, fanny, yang nulis duluan tentang ulang tahun. Sebenernya udah lama kepingin nulis tentang ini, tapi antara males dan ragu gitu. So here we go.

Ulang tahun. Katanya sih hari yang spesial, karena cuma satu tahun sekali ngerasainnya. Padahal, kalo dipikir-pikir 3 Januari juga cuma sekali di tahun 2013. 5 Mei juga cuma sekali di tahun 2015. Iya ga sih.. Hehe ๐Ÿ˜€ Ulang tahun. There are many ways to celebrate it. Ucapan manis, doa, kue, lilin, hadiah, surprise, dan lain-lain.

Secara umum dan keseluruhan, aku bukan orang yang anti ulang tahun. Hari ulang tahunku beberapa kali dirayakan, aku pun pernah dapet surprise dari teman-teman, dapet kado, dapet ucapan dari orang-orang yang kusayangi. Dan sebaliknya, aku pernah ikut merayakan, mengucapkan, ikut memberi surprise dan kado pada temanku yang berulang tahun.

Suatu hari aku berpikir, apakah ulang tahun itu sesuatu yang harus dirayakan? Aku pernah bertanya ke ayah. “Yah, waktu aku berumur 2 tahun kok ulang tahunnya dirayain besar-besaran gitu sih?” Waktu itu aku lagi buka album foto lama. “Iya, mau gimana lagi. Keluarga besar maunya ngerayain, padahal ayah ga mau. Tapi ya ga enak kan, jadinya dirayain deh.” Lalu ayahku cerita, bahwa ia dan mamah sebenernya bukan tipe orang yang merayakan sesuatu seperti ulang tahun ataupun hari jadi lainnya. Baginya itu tidak terlalu penting, masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan. Aku baru sadar, di keluargaku ulang tahun memang bukan sesuatu yang gimana-gimana. Paling, “Oh hari ini Rifqi 20 tahun ya?” “Banyak introspeksi diri, banyak doa, umur ga tau sampe kapan” Paling sekadar itu. Perayaan ulang tahun, kue, dan hadiah hanya ada saat aku dan adik-adik balita, itu pun karena desakan keluarga besar.

Meskipun aku sepakat dengan ide ayah, aku kadang tetap ikut merayakan atau memberi ucapan ulang tahun ke orang-orang yang aku kenal simply because they love it, and it makes them happy. Dan sebaliknya, people were very nice sending me birthday greetings on the day of my birth. Tentunya aku senang menerima segala bentuk kebaikan itu.

Tapi… Beberapa kali aku dengar, kalo di agama Islam itu tidak ada yang namanya (perayaan) hari ulang tahun. Beberapa kali juga sempat kuabaikan, karena pikirku, selama itu baik, kan ga apa-apa. Baik menurut siapa? Hmm. Di tengah perjalanan yang kusebut hijrah ini, aku banyak belajar dan ikut kajian. Akhirnya menemukan pertanyaan tentang ini. Ternyata jawabannya tidak berubah.

Rasulullah Shallallu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabatnya ga pernah merayakan atau mengucapkan selamat ulang tahun. Jika untuk ibadah, misalnya sebagai ritualisasi bentuk syukur, jelas tidak ada contohnya. Ibadah yang diada-adakan itu akan tertolak amalannya, bahkan bisa jadi dosa, karena perbuatan tersebut tercela. Jika bukan untuk ibadah, melainkan untuk tradisi, kebiasaan, atau pun have fun, ini pun ga sesuai dengan agama Islam. Karena hari raya umat Islam cuma ada tiga: Iedul Fitri, Iedul Adha, dan hari Jumat. Selain itu, ditakutkan adanya unsur tasyabbuh yaitu menyerupai musuh-musuh Allah. Budaya ulang tahun jelas bukanlah budaya kaum muslimin. (sumber: muslim.or.id dan almanhaj.or.id, sebenernya penjelasannya masih banyak lagi ๐Ÿ˜€ )

Well, I chose to believe that. Setelah dikaji, memang masuk akal. Terus terang, ini bukan hal yang mudah buatku. Aku harus mengesampingkan perasaan ga enak aku pada orang-orang yang kusayangi yang ga kuucapin di hari spesial mereka. So, I’m really sorry if I don’t send you birthday wishes on your special day. It’s not that I forget or I don’t care or I don’t want you to be happy, but I just do not celebrate birthday. I don’t think that it’s a very important thing, and I just want to be obedient to Allah.ย Walaupun aku ngga ngucapin, insyaAllah sebenernya aku selalu inget, dan ga cuma doain di hari spesialnya aja, tapi setiap hari setiap saat, insyaAllah aku selalu berdoa untuk orang-orang yang kusayangi. ๐Ÿ™‚

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan. โ€“ Yulian Purnama

Yang namanya perbedaan pendapat pasti selalu ada.ย It’s (just) about what I believe and what you believe. And respect each other for what we believe. Jadi ga ada saling menyalahkan ya, saling mengerti dan menghargai pendapat aja ๐Ÿ˜‰

Ramadan 1438 H

Alhamdulillah, di tahun ini bisa ketemu lagi sama bulan Ramadan! Senang banget pastinya ๐Ÿ™‚ Bulan yang selalu ditunggu-tunggu. Bulan yang banyak terdapat kebaikan di dalamnya. Bulan yang bisa bikin banyak orang berhijrah (which is good!). Bulan yang, di mana kita bisa hemat duit buat manjain perut (dengan catatan ga ikut bukber-bukber hahaha). Bulan, yang di mana kita bisa jadi kaya dengan cara bersedekah. Ya pokoknya banyak lah ya makna dari bulan ini.

Buat semua temen-temen yang aku sayangi, semoga di bulan suci ini segala sesuatunya dilancarkan. Semoga target-target di bulan ini tercapai. Semoga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga banyak limpahan berkah juga. Aamiin aamiin ๐Ÿ™‚

a2

Aku sendiri seneng banget sama bulan ini. Soalnya menurutku ini adalah waktu yang terbaik buat belajar dan membiasakan diri untuk lebih dekat sama Allah, ya pokoknya meliputi semua sektor ibadah dan kebaikan ya. Harapannya, nanti setelah bulan Ramadan usai, bakal tetep istiqomah dan jadi lebih baik pastinya. I know that it’s not easy. Kalo gampang bukan istiqomah namanya, tapi istirahat hahaha. Jujur, aku juga masih ‘naik turun’ lah. Tapi selama masih ada niat dan usaha, insyaAllah ga akan sia-sia.

Aku juga selalu pasang target di bulan ini, biar termotivasi untuk memperbanyak dan meningkatkan kualitas ibadah. Rasanya seneng banget kalo target-targetnya tercapai. Tapi aku juga pernah ngalamin gagal menuhin target, dan itu rasanya sedih banget banget banget. So I suggest you, please jangan sia-siain bulan Ramadan ini. Ibadah sebanyak, dan sebaik mungkin. Dan selalu berdoa juga, karena doanya orang yang berpuasa itu mustajab.

Selain fokus buat deket sama Allah, di bulan ini juga waktunya buat my beloved family dong. Sebagai orang yang bermotto family first, aku selalu menantikan segala aktivitas yang dilakuin bareng sama mamah ayah dan kedua adikku, although it’s just a normal and usual thing such as sahur, buka puasa, ngaji, dan jogging. Meskipun aku sekarang lagi jadi pengacara (pengangguran ga banyak acara haha) dan sering di rumah, aku tetep selalu menantikan itu. Buatku sih itu precious banget, ga kebayar lah. Kan ga tau sampai kapan bisa bareng-bareng terus. Ga tau umur sampai kapan. Iya kan hehe ๐Ÿ™‚

Oh iya, kalo lagi bulan puasa, temen-temen pasti banyak acara buka bersama alias bukber. Dan semua restoran di mana-mana, pasti penuh di sore hari. Waw sesuatu banget ya ๐Ÿ˜€ Aku pribadi sih, beberapa tahun terakhir emang jarang ikutan bukber. Kalo dulu alesannya ya latihan hahaha. Bukbernya ya di GSG kampus mulu sama anak hockey, itu itu lagi pokoknya hehe.

Tapi untuk sekarang-sekarang ini, aku lebih milih ga ikutan bukber karena menurutku, yang pertama, bukber di luar itu bisa ngurangin fokus ibadah. Just admit it, ada yang sampe kelewat maghrib isya tarawihnya (amit-amit sih ini, jangan gitu ya temen-temen), ada yang sholat sekadarnya aja karena di tempat umum kurang bisa leluasa gitu kan ya, dan pasti lah fokusnya jadi lebih ke acara bukbernya dan temen-temen bukber, bukan beribadah. Alasan kedua adalah b-o-r-o-s ๐Ÿ˜€ Dua alasan ini sih based on my experience yah. Alasan ketiga, balik ke paragraf sebelumnya, aku lebih nyaman di rumah bareng keluarga ๐Ÿ™‚ Ini belum termasuk alasan-alasan yang ‘keras’ dan syar’i, yang aku pun belum bisa nerapin sepenuhnya, ya seperti ikhtilath, tabarruj, wanita yang lebih baik di rumah aja, dan mungkin masih banyak lagi.

Ya mohon maaf kalo aku cuma bisa bilang “maaf ga bisa ikut” kalo ada ajakan bukber di luar. Kecuali, sama sahabat-sahabatku yang bener-bener deket (I keep my circle small btw), dan tempatnya pun kalo bisa harus di rumah. Duh, aku ga ngebayangin soalnya, ke mall pas bulan puasa di jam buka puasa. Udah pernah dan kapok sih. Dan sejujurnya, ajakan bukber udah mulai berkurang, yah mungkin karena dari dulu jarang dateng haha. Terus kalo dibilang aku ga mau silaturahmi? Ya silaturahmi kan bisa kapan aja, mending di luar bulan puasa lebih fleksibel waktunya, iya ga sih hehe. Tapi bukan berarti bukber itu ga baik yah, pasti ada sisi positifnya juga. Kan ada juga bukber yang emang jadi satu rangkaian dari kajian, tabligh akbar, atau semacamnya, terus buka bersama fakir miskin atau yatim piatu, dan lain-lain.

Yah gapapa ya, jadi sedikit ngebahas soal bukber. Pokoknya tetep semangat ya semuanya dalam menjalani bulan Ramadan kali ini! ๐Ÿ™‚

Exploring Jakarta By City Tour Bus

Siapa sih yang ga suka jalan-jalan? Aku suka banget jalan-jalan, tentunya dengan catatan kondisi badanku fit dan ga lagi 5L ya hahaha. Buat aku jalan-jalan itu seru, bikin hepi, dan bisa ngilangin stres. Keliling ibukota, hal ini bukan hal baru buatku. Selain memang lahir dan tinggal di Jakarta, aku udah beberapa kali ngebolang dan explore Jakarta sama keluarga, dan temen-temen, dari temen SMA, temen kuliah, temen hockey, dan temen spesial (nasgor spesial kali pakai telor wkwk) ๐Ÿ˜€

Jadi ceritanya tiba-tiba mamah ngebooking aku buat nemenin doi keliling kota naik bus City Tour. Naik bus City Tour juga bukan hal yang asing buatku, aku udah pernah naik bus double decker (tingkat) ini beberapa kali, tapi itu setahun lalu lebih. Karena aku anak yang berbakti kepada orang tua, akhirnya aku iyain deh ajakan mamah. Meeting point di IRTI (pintu parkir Monas) jam 10 pagi. Tujuan utamanya ya naik bus City Tour dan RPTRA Kalijodo. Sebenernya aku agak excited juga ke Kalijodo ini. Soalnya dari kemarin-kemarin cuma tau lewat berita.

So, rute dan laporan singkat bolangku bersama mamah dan komunitasnya begini kemarin:

  • Dari IRTI Monas ke RPTRA Kalijodo pp naik bus City Tour. My first visit to Kalijodo! Aku ga tau dulu bentuknya gimana, tapi bukan tempat yang baik katanya. Yang jelas sekarang menurutku kece lah tempatnya. Space yang cukup besar dan luas, ada dinding penuh grafiti warna-warni, panggung musik, wadah buat main skateboard, tenda-tenda bazar, ruang bermain anak-anak. Itu sih yang aku noticed. Aku ke Kalijodoย sekitar jam 12 siang, jadi panas aja alhamdulillah haha.
  • Dari IRTI Monas ke Ragusa Eskrim naik taksi biar cepet soalnya keburu laper haha ๐Ÿ˜€ Ke Ragusa ini udah ke sekian kali juga, tapi yang memorable itu bareng anak-anak hockey. Jadi waktu itu lagi rame banget ga dapet-dapet tempat duduk, akhirnya makan sambil ngemper di pinggir jalan deh ๐Ÿ˜€
  • Dari Ragusa jalan ke depan Masjid Istiqlal (dan kalo ga salah di seberang halte transjakarta dan stasiun Juanda) ke kawasan Kota Tua naik bus City Tour lagi. I had to say, banyak banget kenangan di kawasan ini hahaha. Kota Tua gitu-gitu aja tapi ya, gimanaaaa gitu yaa. Tapi makin ke sini makin rame ya ๐Ÿ˜€
  • Dari kawasan Kota Tua ke Petak Sembilan jalan kaki (ini lumayan banget sih). Petak Sembilan itu apa? Jadi ini wilayah di daerah Glodok yang disebut pecinan alias Chinatown. Kayak pasar aja sih, emang mayoritas toko dan warung Cina semua. Sempat mampir juga di warkop ala Cina gitu. Aku suka sih konsep warungnya, kuno-kuno gimana gitu, berasa di Cina beneran haha. Tapi aku ga ambil foto di sana karena udah sore dan cahayanya agak remang-remang.
  • Dari Petak Sembilan ke Balai Kota naik bus transjakarta. Ini ide ibu-ibu komunitas mamah yang seneng banget liat bunga-bunga buat Pak Ahok di Balai Kota bertebaran. Pada ga mau kehilangan kesempatan motoin bunga-bunganya hehe.
  • Terus pulaaaaaang, sampai di rumah jam 8 malam.

Padat dan cukup melelahkan. Untungnya kemaren milih pake running shoes jadi kaki ga berasa pegel haha. Perut sih yang berasa pegel, maklum baru hari kedua datang bulan (curcol). Tapi seru bangeeeet!ย Not my first experience naik bus City Tour tapi masih amazed aja naik bis tingkat gratis ini. Soalnya seneng aja gitu, ternyata masih bisa jalan-jalan seru, asik, dan murah di Jakarta. Kan kita taunya Jakarta itu macet, padat, hiburannya cuma mall doang. Menurutku ga ada ruginya deh, coba luangin satu hari, sabtu atau minggu, nikmatin Jakarta naik bus City Tour. Oh iya, ini aku kasih informasi seputar bus City Tour.

BW1234

16832296_10212023851810613_2566960974906222027_n

Gratis loh ya, gratis. Busnya ada beberapa macam (rute kali maksudnya), jadi jangan sampai salah naik bus yaa. Ada petugasnya juga kok ramah banget, kalo bingung boleh tanya aja. Saranku sih, datang lebih awal, pas jam busnya mulai beroperasi, soalnya kalo udah agak siangan pasti penuh dan antri. Kalo antri, ya sabar aja. Jangan nyerobot antrian yaa. Sabar juga pas nunggu busnya datang hehe. Tenang, pokoknya insyaAllah pasti naik dan pasti dapat duduk kok, karena ga boleh ada yang berdiri di dalam bus. Dan saran yang terakhir, ini buat kita semua warga DKI Jakarta dan warga Indonesia yang baik, jagalah kebersihan. ๐Ÿ™‚

Selamat hari Jumat dan selamat menyambut akhir pekan! Jangan lupa hari ini surat Al Kahfinya dibaca. ๐Ÿ™‚

My Umroh Trip

Karena aku bingung mau mulai cerita dari mana, aku bikin model question – answer aja ya. Padahal mah ga ada yang tanya juga hahaha ๐Ÿ˜€ sekali lagi, aku ga niat untuk riya, tulisan ini untuk sharing semata. Barangkali bermanfaat. Karena jujur, waktu aku mau umroh dimana I had no idea at all waktu itu, aku pun banyak googling dan ngeyoutube. So here we go

Pakai travel apa? Biayanya berapa?

Aku pakai jasa dari Wesal TV yang bekerja sama dengan Marco Tour & Travel. Ada izin kemenagnya kok. Fyi, Wesal TV adalah stasiun tv Islami yang fokus terhadap pendidikan dan dakwah Islam. Biayanya 16 juta, tapi itu yang udah booking dari setahun lalu. Kalo aku kena sekitar 19 jutaan, itu termasuk perlengkapan seperti koper, tas, dll. Tapi itu ga termasuk suntik meningitis dan pembuatan paspor ya. Aku booking di akhir Februari, dan awal April berangkat. Aku pilih paket reguler 9 hari (10 hari sebenernya ditambah waktu pp nya). Pesawatnya pake Saudia, tanpa transit. Btw naik Saudia ini adalah my best flying exprience deh kayanya hehe, enak banget ๐Ÿ˜€

Ke Mekkah apa Madinah dulu? Hotelnya di mana?

Rombongan dari Wesal itu dibagi menjadi dua kloter. Aku kloter pertama, ke Madinah dulu. Sedangkan kloter kedua yang berangkatnya dua hari setelah kloter pertama, ke Mekkah dulu. Hotel di Madinah itu namanya Al Waha, kalo buat aku sih deket banget dari Masjid Nabawi, ga sampe 5 menit jalan kaki. Hotelnya cukup bagus, tapi kamarnya agak sempit aja. Kalo di Mekkah, di hotel Grand Coral. Hampir sekilo jaraknya dari Masjidil Haram, tapi ada shuttle bus hotel yang siaga 24 jam buat pp ke Masjidil Haram. Grand Coral ini bagus banget, bintang 5 kalo ga salah. Tapi agak oldskool aja menurutku. Kedua hotelnya ada AC, air panas, dan wifi (penting nih hahaha).

Makannya gimana di sana?

Kalo pakai jasa tour & travel, pasti itu udah termasuk makan kita selama di sana kok, biasanya sih cateringnya menu nusantara, tergantung kebijakan travel. Alhamdulillah kemaren aku cocok sih sama catering yang disediain dan buat aku sih udah cukup banget. Tapi kalo mau wisata kuliner di sana juga boleh.. Aku sih suka beli es krim kalo abis dari masjidil haram, terus sempet beli kebab dan ke restoran Al Baik.

Cuacanya gimana?

Pas aku ke sana (awal April), di Madinah kalo malem dan pagi sejuk banget, tapi ga terlalu dingin. Kalo udah ada matahari ya panas, terus kering gitu. Di Mekkah, panas. Di instagram story ngedetect kalo suhunya 39 derajat celcius. Mantap kan.. Tapi ajaibnya, di sana jarang keringetan loh. Terus kondisi kulit jadi super kering, mendadak muka kilang minyakku jadi ga ada minyak sama sekali selama di sana.

Terus di sana ngapain aja?

Ibadah pastinya, dari ibadah intinya yaitu umroh, juga ibadah wajib seperti sholat, dan lain-lain. Selain ibadah, ada juga city tour keliling dan mengunjungi tempat-tempat penting dan bersejarah di kota Madinah, Mekkah, dan Jeddah. Di waktu senggang juga suka ada tausiyah (kajian singkat).

Di sana belanja ga?

Belanja, tapi ga banyak kok hehe. Aku bukan tipe orang yang suka beli oleh-oleh. Bukan pelit, tapi aku takut aja ga sesuai sama selera yang kubeliin, takut jadi mubazir. Jadi aku beli yang penting dan buat yang nitip aja. Sebelumnya udah googling sedikit sih, karena buta banget di sana harus beli oleh-oleh di mana. Untuk harga, ya relatif ya. Ada yang bilang di Mekkah lebih murah, ada yang bilang di Madinah lebih murah. Tapi setau aku yang pasti murah itu di Pasar Jakfariah kalo ga salah namanya. Letaknya di kota Mekkah. Tapi harus naik taksi dari hotel. Kalo yang mahal itu di kebun kurma. Aku sih ga menyarankan belanja di sana. Kalo aku sendiri belinya di sekitar hotel aja kok, atau di sekitar masjid nabawi dan masjidil haram. Itu aja udah banyak banget toko. Bisa ditawar juga hehe.

Beli paket internet ga di sana?

Sebenernya ini bukan kebutuhan primer di sana, apalagi kita kan umroh niatnya untuk ibadah bukan buat main internet apalagi update status. Tapi internet jadi hal yang cukup penting, contohnya buat update info di grup whatsapp rombongan umroh. Panik juga kan kalo ketinggalan info. Terus, karena aku beda kamar dan beda bus sama adikku, jadi kita harus keep contact biar bisa janjian kalo mau ke mesjid atau sekadar jalan bareng. Selain itu, aku juga pengen bisa kabar-kabarin sama keluarga di rumah. Dan pastinya buat googling cari info apa aja, secara itu pertama kalinya ke Arab. Karena ga mungkin kalo cuma ngandelin wifi hotel, jadi aku putuskan untuk beli paket internet. Aku pilih pakai three yang harganya cukup ekonomis. Sebenernya awalnya ragu, takut kualitasnya ga bagus di Arab, tapi nyatanya bagus kok. Sepanjang perjalanan Jeddah – Madinah, di Madinah, maupun Mekkah, lancar jaya alhamdulillah. Harga paketnya 77 ribu rupiah, masa berlaku 9 hari, dan kuota 2 GB. Buat aku sih cukup banget kemaren, asal ga buka youtube aja hehe. Simpati dan indosat juga ok kok, memang lebih mahal di atas 200 ribu, tapi ga pake kuota alias sepuasnya. Beli kartu di sana juga bisa.

Seneng ga?

Ini sih ga perlu dijawab lagi ya. Seneng banget! Alhamdulillah.. Ga nyesel sama sekali pokoknya. The greatest journey and the best experience in my life. Sampai di rumah aja langsung kangen pengen balik lagi ke sana. InsyaAllah nabung lagi buat ke sana. Honestly, keinginan buat ke negara-negara lain jadi berkurang loh (bukan ga mau ya hehe). Istilahnya gini, ngapain ke tempat lain kalo ke tanah suci aja ada banyak banget berkah dan pahala di sana? Sedangkan kalo ke tempat lain belum tentu kan. Haditsnya jelas banget soalnya, sholat di Masjid Nabawi pahalanya 1000 kali lipat, sholat di Masjidil Haram pahalanya 100.000 kali lipat. MasyaAllah.. Yuk lah yang masih muda, masih sehat, nabung buat ke sana ๐Ÿ˜€ insyaAllah berkahnya banyak ๐Ÿ˜€

Tips-tips buat umroh?

Hmmm disesuaikan aja sama kebutuhan dan keinginan masing-masing. Yang jelas, luruskan niat dan fokus beribadah aja selama di sana ๐Ÿ™‚

Pokoknya tulisan ini bener-bener my honest review (or report?) of my umroh journey. Semoga kita semua bakal ke sana (lagi) yaa. Aamiin.