My Hockey Journey

Assalamu’alaikum. Ketemu lagi di tahun yang (angka belakangnya) beda: 2018. Aku bukan tipe orang yang punya resolusi tahunan. Yang jelas, aku berharap bisa jadi lebih baik dari hari ke hari. Selalu bersyukur. Selalu bertaubat. Insyaallah bisa. Aamiin. ๐Ÿ™‚

Tadinya aku mau lanjutin throw backย “My Hockey Journey”ย yang udah sampe #15 tapi aku memutuskan untuk merangkum semua perjalananku di dunia hockey ini jadi satu, jadi sebuah timeline. Dan semua seri “My Hockey Journey” sebelumnya akan aku jadiin private archive aja ya, so sorry ๐Ÿ˜ฆ Karena jujur, lama-lama capek juga nostalgila terus, yang ada aku gagal move on. Hahahaha. Tapi serius, rasanya kalo diinget-inget mulu jadi pengen ada di masa-masa itu aja. Padahal life must go on kan. So here we go, hoping you’re not disappointedย ๐Ÿ˜€

2007-2010

Masa-masa hockey di SMA. Yup, aku mengenal hockey sejak SMA. Walopun awalnya pengen masuk pecinta alam dan ikut futsal, tapi karena beberapa alesan dan tentunya takdir, aku jadi aktif di ekskul hockey. Pernah ikut beberapa kejuaraan seperti Piala Rektor UNJ, STEI, Jayabaya, Liga Hockey Jakarta, ISCI Youth Challange, IHTB, hmm ya seingetku sih itu hehe.

2010-2011

Satu tahun aku skip kuliah, ga nganggur juga sih. Udah sempet kuliah tapi ga cocok, singkat cerita aku memutuskan untuk ikut bimbel dan tes lagi di tahun 2011 (harusnya aku angkatan 2010). Hockey-nya juga otomatis on off, sempet ikut latihan di UI dan STEI sih. Desember 2011, aku ikut Indonesia Open yang diselenggarakan di POPKI Cibubur, jadi pemain cabutan di tim hockey UI, padahal sebenernya saat itu aku udah jadi mahasiswa di UNJ hehehe. Tapi gara-gara ‘tercyduq’ udah resmi masuk UNJ itu, aku disuruh latihan intensif di UNJ. Hahahaha.

2012-2016

Inilah masa-masa yang membanggakanย as a part of UNJ hockey team, and also Pelatda DKI Jakarta.

April 2012 // Kejuaraan Hockey Ruangan Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Piala Bergilir Menpora RI ke 7 2012 (selanjutnya kita sebut KHRM aja ya biar singkat hehe). Jadi yang paling junior, paling muda di tim. Tegang, demam panggung, karena it was really my debut, first time di kejuaraan antar mahasiswa level nasional. Alhamdulillah dikasih hasil terbaik, juara 1. It was so unforgettable. ๐Ÿ™‚

Juni 2012 // Piala Walikota Surabaya. Perjalanan jauh naik kereta belasan jam, tapi seru. Terus ada kejadian tak terduga pula. Tapi itu jadi suatu awal dari sebuah cerita (cie..). Sayangnya, hasilnya peringkat 3 untuk tim putri. Hamdalah tim putranya juara.

Oktober 2012 // Kejohanan Hoki Dewan Terbuka UPSI. Pertama kali keluar negeri! Pertama kali tanding di luar negeri! Superexcited dan seneng pokoknya. Tim putri dapat peringkat 3, tapi sayang tim putra kalah di perempat final.

Januari 2013 // Invitasi Hockey Ruangan antar Perguruan Tinggi (IHRPT) ITB ke 27. Tandingnya di Cimahi, Bandung. Mayan dingin daerahnya. Alhamdulillah hasilnya tim putra putri juara 1, dan tim mix peringkat 2.

April 2013 // KHRM VIII. Kalo tahun lalu cuma jadi pemain, tahun ini jadi panitia sekaligus pemain. Ribet, rempong, sibuk, puyeng jadi satu semuanya. Tapi alhamdulillah rencana Allah selalu indah, baik tim putra dan tim putri berhasil mempertahankan gelar ๐Ÿ™‚

Mei 2013 // Sukmalindo. Ajang persahabatan olahraga antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia. Tiap tahun gantian tempatnya, misalnya tahun ini di Indonesia, berarti tahun depan di Malaysia. Tahun 2013 ini diselenggarakan di UPI Bandung. Alhamdulillah tim UNJ ditunjuk jadi perwakilan Indonesia alias tim nasional mahasiswa di cabang hockey indoor. Meskipun bukan kejuaraan dan cuma pertandingan persahabatan, I was so proud. Hasilnya kurang memuaskan buat tim putri karena kita kalah dari tim Malaysia, sedangkan tim putra menang lewat drama adu pinalti. Sedih sih tapi yang penting dapet pengalaman dan pelajaran berharga ๐Ÿ™‚

Juni – Agustus 2013 // Timnas Sea Games 2013. Sebenernya tadinya ga mau masukin part ini, tapi sampe sekarang masih keinget so ya udah. Jadi aku sempet masuk jajaran tim nasional untuk Sea Games di Myanmar. Bangga banget, tapi sekaligus takut. Dan bener aja, karena beberapa alasan pertimbangan, akhirnya aku mutusin untuk mundur. I knew it was once in a lifetime opportunity but sometimes we have to make choices for something greater, right? And you must know that I’ve tried so hard, even I finally didn’t make it.

September 2013 // IHRPT ITB ke 28. Kembali jadi tim kampus, kali ini aku ada di tim mix, bareng senior-senior perkasa. Sayang, harus kepleset di peringkat 2 kali ini.

Oktober 2013 // Kejohanan Dewan Terbuka UPSI. Kali ini tanding dengan teammates yang sedikit berbeda, karena beberapa senior lagi timnas Sea Games. We did our best, and were proud berada di peringkat 4. Karena awalnya ga terlalu diharapkan dapat peringkat hehe.

April 2014 // KHRM IX. Masih jadi agen ganda: pemain dan panitia. Alhamdulillah masih bisa mempertahankan gelar juara umum.

Agustus 2014 // Sukmalindo lagi, kali ini gantian di Johor Bahru Malaysia. Pemainnya kali ini beragam ga dari UNJ semua, tapi justru jadi seru dan nambah teman ๐Ÿ˜€ tapi sayang, yang kita kira mainnya indoor, ternyata outdoor. Yowes, the show must go on, hasilnya kalah 3-0 sama tim Malaysia.

Oktober 2014 // Singapore Indoor Hockey Challenge (SIHC). My first time flying to Spore! Yah walopun di sana juga tanding doang ga kemana-mana haha. SIHC ini dibagi jadi 2 tier, yang satu antar negara (timnas), yang satu antar klub. Kita (tim DKI) masuk di yang antar klub. Hamdalah tim putri dapat juara 1, dan putranya peringkat 2.

Desember 2014 // Kejurnas Pengprov, istilahnya kejuaraan antar tim Pelatda. Kejuaraan resmi pertama yang bawa nama DKI. Alhamdulillah tim putri juara 1, tim putra peringkat 3.

Januari 2015 // IHRPT ITB ke 29. Balik lagi jadi tim putri, kali ini aku udah terhitung senior karena senior-senior yang lain udah ga cukup umur hehe. Dan banyak juga junior yang udah masuk di tim. Hasilnya, harus bersyukur berada di peringkat 2, tim putra berhasil pertahanin juara 1, sedangkan mix peringkat 3.

April 2015 // KHRM X. Masih jadi agen ganda dan alhamdulillah masih bisa mempertahankan juara 1, walaupun tim putranya kepleset jadi peringkat 2.

September 2015 // Invitasi Hockey Ruangan Piala Rektor UGM. Agak excited juga, karena tandingnya di Jogja. Di kejuaraan ini aku dipercaya jadi kapten, agak deg-degan juga sih. Tapi alhamdulillah bisa ngebawa tim jadi juara 1, walaupun lewat adu pinalti. Tim putranya juga juara 1. Asiknya kali ini abis pertandingan selesai kita bisa jalan-jalan ๐Ÿ˜€

Oktober 2015 // SIHC. Ke Spore lagi, kali ini sempet foto-foto di Merlion loh hehe. Oya, SIHC tahun ini cuma ada 1 tier. Sayang harus kalah lawan tim tuan rumah, jadi peringkat 2. Alhamdulillah tim putranya berhasil juara 1.

November 2015 // Kualifikasi PON (Pra PON). Tandingnya di Bandung. Syukurlah masih terpilih jadi tim inti Pelatda DKI kali ini. Alhamdulillah, tim putra putri berhasil juara 1 ๐Ÿ™‚

April 2016 // KHRM XI. My last championship as university student. Dipercaya jadi kapten lagi. Alhamdulillah di KHRM terakhir masih bisa mempertankan juara 1.

April 2016 // Jakarta Indoor Hockey Challenge. Kepanitiaan kejuaraan internasional yang pertama. Betapa hectic-nya saat itu jadi panitia KHRM, JIHC, dan lagi ngurus skripsi juga! Hadeuh. Alhamdulillah semuanya terlalui dengan lancar. Sukses panitia, sukses prestasi. Tim putri juara 1, tim putra peringkat 2.

Juli 2016 // Johor Indoor Hockey Championship (bener ga ya?). Jadi ini try out terakhir tim Pelatda DKI sebelum TC dan PON. Dan hasilnya bisa dibilang buruk untuk tim putri, karena ga dapat peringkat sama sekali. Kalo tim putra, peringkat 2 atau 3 gitu. Saking sedihnya lupa. Tapi itu jadi evaluasi buat tim putri yang udah sering di ‘atas’.

September 2016 // Setelah TC di bulan Agustus, akhirnya sampai juga ke yang ditunggu-tunggu, yaitu PON (Pekan Olahraga Nasional) XIX, yang diselenggarakan di Bandung. Bisa dibilang inilah puncak karir aku di hockey. Pencapaian terbesar aku di hockey. Dan alhamdulillah berkat rahmat Allah yang Mahakuasa, tim putri berhasil jadi juara 1! Ya Allah, ini bener-bener ga akan terlupakan. I was beyond proud dan blessed. Walaupun tim putranya peringkat 2 tapi mereka juga udah keren dan hasil itu harus tetap disyukuri.

***

Finally done ngerekap semuanya hahaha! Bagiku, semua event yang udah aku lewatin itu semuanya memorable, ada cerita seneng dan sedihnya masing-masing. Tak lupa dan tak berhenti aku mengucap syukur atas semua yang udah Allah kasih buat aku.

Semoga yang baca ga puyeng yah. Jadi itulah perjalanan, lebih tepatnya event-event hockey yang udah aku ikutin sampai tahun 2016. Insyaallah aku akan share lagi next time. Jangan bosen-bosen ya! Wassalamu’alaikum ๐Ÿ˜€

Advertisements

Speak Good or Remain Silent

Assalamuโ€™alaikum warahmatullah ๐Ÿ™‚

Selamat pagi semuanya, selamat hari Jumat, selamat baca surat Al Kahfi!

Kali ini aku mau ngomongin tentang hal yang sering banget kita temukan dan lakukan di kehidupan sehari-hari. Kita sebagai makhluk sosial pastinya selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama tiap harinya. Berbagai kata, kalimat, obrolan, telah kita terima ataupun kita keluarkan. Mau itu omongan baik atau buruk. Iya kan? Sadar ga sadar sih ya hehe. Aku sendiri ga mengingkari kalo aku pernah berbicara baik dan buruk juga. Berbagai omongan atau pendapat yang ga enak juga sering aku terima.

Aku mau curhat sedikit nih. Ada satu kejadian baru-baru ini yang belum bisa aku lupain. Aku ga bisa ceritain secara detail ya. Aku lagi sama keluargaku waktu itu, abis pergi dan mau masuk ke rumah. Ada si oknum (gapapa ya disebut oknum hehe) lewat dan tiba-tiba ngomong ke kami, ga tau itu serius apa bercanda, pokoknya isinya ya bagi kami ga enak lah. Omongan itu ditujukan ke ayahku. Aku dan adik-adikku langsung asem mukanya, mau marah tapi ga enak juga, siapa tau si oknum cuma bercanda. Lagian receh banget kalo kaya gitu aja jadi ribut, udah malem juga waktu itu. Menurutku pribadi, walaupun misalnya bercanda, tapi kayanya kurang pantas si oknum ngomong gitu. Apalagi ditujukan ke ayahku, orang yang lebih tua. Aku kecewa, si oknum yang katanya orang pintar, lulusan dari universitas negeri terbaik di Indonesia, dan sekarang punya karir cemerlang, tapi kok omongannya kaya orang ga lulus SD. Sungguh disayangkan. Jadi gitu ceritanya.

Sejak saat itu aku jadi mikir. Eh sebenernya sih dari dulu kepikiran tapi ya biasanya langsung let it go aja. Kenapa ya, kita sebagai orang, sebagai manusia, kadang suka ngomong hal-hal yang ga berkenan ke orang lain? ๐Ÿ˜ฆ padahal bisa jadi gara-gara hal itu jadi timbul ghibah, permusuhan, dan perselisihan. Kenapa kita ga bisa selalu ngomong hal-hal baik yang ga nyakitin orang lain? Padahal alangkah indahnya kalo tiap obrolan, tiap omongan, isinya hal-hal baik yang bikin orang lain seneng. Sampai disini kira-kira paham maksudku ga, gengs?

โ€œYa elah, baper amat sih.โ€
โ€œYa elah bercanda doang.โ€
โ€œYa elah cuma digituin aja langsung ngambek.โ€

Pasti sering nih bergumam kaya gini dalem hati. Iya kan? Ngaku deh hehe. Ya aku pun juga. Emang sih, kan kita bisa jadi cuma bercanda, tapi ga sadar kalo kata-kata yang kita keluarkan itu bikin temen ngobrol kita jadi ga enak hati. Kan kita ga tau, mungkin dia lagi ada masalah atau kenapa, sehingga dia jadi sensitif. Dan buat yang bilang baper, plis deh! Kita sebagai manusia kan emang punya perasaan. Wajar dong kalo punya perasaan sedih atau seneng. Yang suka bilang baper, mungkin dia ga punya perasaan kali ya hehehe. Yap, untuk itulah, mulai dari sekarang yuk kita set otak kita untuk memfilter kata-kata dan omongan yang akan keluar dari mulut kita. Mari kita pikir dulu berulang-ulang kalau mau berbicara.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช
โ€œBarang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Ibnu Hajar menjelaskan, โ€œIni adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.โ€ (lihat Al-Fath, 10:446)

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafiโ€™i rahimahullah mengatakan, โ€œJika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).โ€

ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ

โ€œTiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.โ€ (QS. Qaf :18)

Nah, tambah mantep kan ada landasan dari Al Quran dan hadits-nya. Ini penting banget โค jadi udah tau kan, betapa pentingnya menjaga lidah. Kalo kata-kata yang keluar dari mulut kita ga baik, selain dosa, kita juga berpotensi menyakiti hati orang lain (dosa juga kan ya huhu). So, speak good or remain silent! ๐Ÿ™‚

Sebenernya nulis gini, ya buat ngingetin ke diri sendiri juga biar ga asal ngomong lagi, pokoknya mikir dulu dan lebih hati-hati lagi deh. Mending diem ya ternyata daripada kata-kata yang bakal keluar ternyata ga baik. Oh ya aku sekalian minta maaf juga ke temen-temen kalo aku ada salah dan khilaf, terutama semua kata-kata dan omongan yang keluar dari mulut aku.

Aku percaya kita semua bisa mengontrol diri kita untuk bisa menyaring apa-apa yang akan kita ucapkan. InsyaAllah bisaaaa, aamiin! Nah, kalo untuk menyikapi omongan buruk dan ga enak dari orang lain, gimana? Aku ada sih artikel bagus dan shahih, tapi mungkin next time ya. Yang jelas kudu sabar, kudu ikhlas. Kalo baper ya disimpen sendiri aja sambil berdoa. Kalo bisa sih, bales tapi dengan perkataan baik juga. Air tuba dibalas dengan air susu gitu hehehe ๐Ÿ˜€

Sekian dulu hari ini. Wassalamu’alaikum warahmatullah..

Pindah Sekolah (SMA Negeri di Jakarta)

Long time no see! Sebelumnya mau ngucapin MET LEBARAN YAAA Taqobbalallahu minna wa minkum, walopun telat banget I know. Jadi gimana libur lebarannya? Btw udah pada masuk kerja ya? Yang kuliah atau sekolah udah masuk belom? Kalo aku, hamdalah jam segini masih leha-leha di rumah haha ^^’

Kali ini aku mau cerita soal adikku yang paling bungsu, sebut saja Acil (bukan Mawar loh ya). Jadi Acil ini sekarang naik kelas 12, dan dia udah pindah sekolah 3x selama SMA, jadi total ada 4 sekolah yang udah dia cobain. Nah ini jadi banyak pertanyaan dari netijen, kok pindah-pindah terus, gimana caranya bisa pindah, nyogok bayar berapa buat pindah. Makanya aku mau klarifikasi sharing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Jadi, sekolah pertama yang dicobain Acil adalah MAN 4 Jakarta. Eits, janganย underestimateย ya denger kata madrasah. Emang sangat disayangkan, bukannya menggeneralisasi, tapi masyarakat kita masih suka gimana gitu ya, istilah kasarnya sih menganggap rendah, terhadap institusi madrasah. Biasanya kan kalo anaknya ga diterima di sekolah negeri atau bandel banget, dimasukin ke madrasah atau pesantren. Padahal di madrasah atau pesantren, pelajaran agama Islam lebih banyak which is very good lah buat kita sebagai muslim. Kembali ke laptop, jadi MAN 4 ini adalah MAN model, which means unggulan. Aku dulu juga ikut tes masuk sini karena orang tuaku mau anaknya lebih banyak belajar agama. Tesnya ga gampang, dari TPA, matek, bahasa Inggris, bahasa Arab, sholat, doa, baca Quran. Alhamdulillah waktu itu aku masuk dan berada di peringkat 3 besar. Tapi karena jauh, jadinya ga diambil. Nah, Acil juga ikut tes di MAN 4, dan surprisinglyย diterima juga. Acil ini udah beli seragam dan ikut ospek. Tapi pas ikut seleksi SMA (PPDB ya kalo ga salah namanya), dan diterima juga di sekolah negeri, dengan banyak pertimbangan akhirnya milih ke sekolah negeri dan ga jadi di MAN 4. Faktor lokasi emang jadi yang paling utama, orang tuaku juga dilema banget sama masalah ini.

Acil diterima di SMAN 51. Itu emang bukan pilihan pertamanya, tapi karena dapetnya itu ya udah akhirnya masuk situ. Lokasinya lumayan sih, sekitar 8-9 km dari rumah. Singkat cerita, orang tua mau Acil sekolah di tempat yang lebih kejangkau, ga lebih dari 5 km lah dari rumah. Mau pindah pas semester 2, tapi sayang di sekolah negeri yang deket rumah belum ada kuota.

Nah, pas naik ke kelas 11, ada kuota di SMAN 98 dan SMAN 106. Setelah daftar dan ikut tes, Acil diterima di 106. Acil sebenernya maunya masuk 98, tapi ya udah ga diterima. Acil pindah ke 106, dan orang tuanya lega karena sekolahnya deket, cuma 3 km dari rumah.

Tapi adikku yang satu ini pantang menyerah banget loh. Kelas 11 semester 2, dia cari info dan ternyata ada kuota lagi di 98 karena ada yang pindah. Akhirnya dia daftar lagi dan tes lagi. Alhamdulillah, dia diterima! Perjuangan Acil selama SMA ini tough banget ya, dan terbukti ga sia-sia. Jujur, aku salut sama dia, walopun (aku anggep) dia masih kecil tapi dia berani, pede, dan semangatnya besar. Acil sekarang sekolah dengan gembira setiap hari, dan yang paling penting katanya, bisa ikut ekskul hockey, yang ga ada di 51 dan 106. Selain itu, 98 jaraknya cuma 900 m dari rumah. ^^’

Tadi udah cerita kenapa Acil pindah-pindah sekolah, sekarang mau jawab how to-nya. Mungkin ga detail-detail banget, dan fyi ini buat yang sekolah negeri di Jakarta ya. Sebenernya nanti pas proses pindah juga bakal dikasih tau dan dituntun alurnya kok. ๐Ÿ™‚

  1. Cari info di sekolah baru (sekolah yang dituju/mau pindah ke sekolah itu) ada kuota atau bangku kosong ga. Karena kalo ga ada, ya ga bakal bisa (tapi ga tau juga ada pengecualian ga). Biasanya bakal ditempel di papan pengumuman di sekolah itu tentang informasi kuota.
  2. Daftar untuk tes di sekolah baru, dan kumpulin persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Biasanya sih akte, KK, ijazah pendidikan terakhir, rapot dari sekolah sebelumnya, surat pernyataan. Infonya pasti ada dan barengan sama info kuota kok.
  3. Tes di tanggal yang telah ditentukan. Pas Acil sih, ada tes tertulis (kemampuan akademik) dan wawancara. Paling ditanyain alasan pindah dan kegiatan di sekolah.
  4. Pengumuman diterima atau ga di sekolah baru. Biasanya ditempel juga.
  5. Konfirmasi atau lapor diri ke sekolah baru.
  6. Urus-urus dokumen. Nah ini aku kurang tau detailnya karena orang tua yang urus. Kalo ga salah sih, harus cabut berkas gitu di sekolah lama dan harus ke Dinas Pendidikan di wilayah kotamadya (kalo kami, Jakarta Timur). Eh apa kantor Walikota Jakarta Timur gitu. Pokoknya ngurusin dokumen dan berkas-berkas data Acil, bolak-balik antara sekolah lama, Diknas, dan sekolah baru. Cmiiw.
  7. Kalo udah beres ya udah. Selamat bersekolah di sekolah baru.

Pertanyaan yang paling penting, bayar ga sih pindah-pindah gitu? Alhamdulillah NOL RUPIAH saja ๐Ÿ™‚ Jadi gratis ya, wahai netijen. Di sekolah lama, sekolah baru, maupun Diknas, ga ditarik biaya sama sekali, parkir pun gratis hehe. Prosesnya juga gampang, cepat, dan ga ribet. Thanks to our last governor yang kinerjanya emang terbukti bagus (plis ini bukan kampanye ya wahai netijen, fyi aku pastinya bukan pendukung beliau). Lagian kalo misalnya harus bayar, ya ga bakal lah orang tuaku mau mindah-mindahin anaknya, karena kami sama sekali ga ada biaya buat itu. Kami tergolong keluarga yang pas-pasan aja tapi kami bahagia. โค

Sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat. Kali aja ada yang mau pindah sekolah. Hehe ๐Ÿ˜€

Birthday?

Halo temans! Di tengah-tengah flashbackku tentang my hockey journey, aku bakal tetep nulis soal yang lain kok, tenang aja hehehe. Aku ga mau yang baca sampai bosen kalo blog aku tentang hockey mulu ๐Ÿ˜€

Honestly, aku nulis ini karena terinspirasi oleh sahabatku, fanny, yang nulis duluan tentang ulang tahun. Sebenernya udah lama kepingin nulis tentang ini, tapi antara males dan ragu gitu. So here we go.

Ulang tahun. Katanya sih hari yang spesial, karena cuma satu tahun sekali ngerasainnya. Padahal, kalo dipikir-pikir 3 Januari juga cuma sekali di tahun 2013. 5 Mei juga cuma sekali di tahun 2015. Iya ga sih.. Hehe ๐Ÿ˜€ Ulang tahun. There are many ways to celebrate it. Ucapan manis, doa, kue, lilin, hadiah, surprise, dan lain-lain.

Secara umum dan keseluruhan, aku bukan orang yang anti ulang tahun. Hari ulang tahunku beberapa kali dirayakan, aku pun pernah dapet surprise dari teman-teman, dapet kado, dapet ucapan dari orang-orang yang kusayangi. Dan sebaliknya, aku pernah ikut merayakan, mengucapkan, ikut memberi surprise dan kado pada temanku yang berulang tahun.

Suatu hari aku berpikir, apakah ulang tahun itu sesuatu yang harus dirayakan? Aku pernah bertanya ke ayah. “Yah, waktu aku berumur 2 tahun kok ulang tahunnya dirayain besar-besaran gitu sih?” Waktu itu aku lagi buka album foto lama. “Iya, mau gimana lagi. Keluarga besar maunya ngerayain, padahal ayah ga mau. Tapi ya ga enak kan, jadinya dirayain deh.” Lalu ayahku cerita, bahwa ia dan mamah sebenernya bukan tipe orang yang merayakan sesuatu seperti ulang tahun ataupun hari jadi lainnya. Baginya itu tidak terlalu penting, masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan. Aku baru sadar, di keluargaku ulang tahun memang bukan sesuatu yang gimana-gimana. Paling, “Oh hari ini Rifqi 20 tahun ya?” “Banyak introspeksi diri, banyak doa, umur ga tau sampe kapan” Paling sekadar itu. Perayaan ulang tahun, kue, dan hadiah hanya ada saat aku dan adik-adik balita, itu pun karena desakan keluarga besar.

Meskipun aku sepakat dengan ide ayah, aku kadang tetap ikut merayakan atau memberi ucapan ulang tahun ke orang-orang yang aku kenal simply because they love it, and it makes them happy. Dan sebaliknya, people were very nice sending me birthday greetings on the day of my birth. Tentunya aku senang menerima segala bentuk kebaikan itu.

Tapi… Beberapa kali aku dengar, kalo di agama Islam itu tidak ada yang namanya (perayaan) hari ulang tahun. Beberapa kali juga sempat kuabaikan, karena pikirku, selama itu baik, kan ga apa-apa. Baik menurut siapa? Hmm. Di tengah perjalanan yang kusebut hijrah ini, aku banyak belajar dan ikut kajian. Akhirnya menemukan pertanyaan tentang ini. Ternyata jawabannya tidak berubah.

Rasulullah Shallallu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabatnya ga pernah merayakan atau mengucapkan selamat ulang tahun. Jika untuk ibadah, misalnya sebagai ritualisasi bentuk syukur, jelas tidak ada contohnya. Ibadah yang diada-adakan itu akan tertolak amalannya, bahkan bisa jadi dosa, karena perbuatan tersebut tercela. Jika bukan untuk ibadah, melainkan untuk tradisi, kebiasaan, atau pun have fun, ini pun ga sesuai dengan agama Islam. Karena hari raya umat Islam cuma ada tiga: Iedul Fitri, Iedul Adha, dan hari Jumat. Selain itu, ditakutkan adanya unsur tasyabbuh yaitu menyerupai musuh-musuh Allah. Budaya ulang tahun jelas bukanlah budaya kaum muslimin. (sumber: muslim.or.id dan almanhaj.or.id, sebenernya penjelasannya masih banyak lagi ๐Ÿ˜€ )

Well, I chose to believe that. Setelah dikaji, memang masuk akal. Terus terang, ini bukan hal yang mudah buatku. Aku harus mengesampingkan perasaan ga enak aku pada orang-orang yang kusayangi yang ga kuucapin di hari spesial mereka. So, I’m really sorry if I don’t send you birthday wishes on your special day. It’s not that I forget or I don’t care or I don’t want you to be happy, but I just do not celebrate birthday. I don’t think that it’s a very important thing, and I just want to be obedient to Allah.ย Walaupun aku ngga ngucapin, insyaAllah sebenernya aku selalu inget, dan ga cuma doain di hari spesialnya aja, tapi setiap hari setiap saat, insyaAllah aku selalu berdoa untuk orang-orang yang kusayangi. ๐Ÿ™‚

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan. โ€“ Yulian Purnama

 

Yang namanya perbedaan pendapat pasti selalu ada, tapi semoga ga ada perdebatan tentang hal yang baru aja kubahas ya hehehe.ย It’s (just) about what I believe and what you believe. And respect each other for what we believe. Jadi ga ada saling menyalahkan ya, saling mengerti dan menghargai pendapat aja ๐Ÿ˜‰

Ramadan 1438 H

Alhamdulillah, di tahun ini bisa ketemu lagi sama bulan Ramadan! Senang banget pastinya ๐Ÿ™‚ Bulan yang selalu ditunggu-tunggu. Bulan yang banyak terdapat kebaikan di dalamnya. Bulan yang bisa bikin banyak orang berhijrah (which is good!). Bulan yang, di mana kita bisa hemat duit buat manjain perut (dengan catatan ga ikut bukber-bukber hahaha). Bulan, yang di mana kita bisa jadi kaya dengan cara bersedekah. Ya pokoknya banyak lah ya makna dari bulan ini.

Buat semua temen-temen yang aku sayangi, semoga di bulan suci ini segala sesuatunya dilancarkan. Semoga target-target di bulan ini tercapai. Semoga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga banyak limpahan berkah juga. Aamiin aamiin ๐Ÿ™‚

a2

Aku sendiri seneng banget sama bulan ini. Soalnya menurutku ini adalah waktu yang terbaik buat belajar dan membiasakan diri untuk lebih dekat sama Allah, ya pokoknya meliputi semua sektor ibadah dan kebaikan ya. Harapannya, nanti setelah bulan Ramadan usai, bakal tetep istiqomah dan jadi lebih baik pastinya. I know that it’s not easy. Kalo gampang bukan istiqomah namanya, tapi istirahat hahaha. Jujur, aku juga masih ‘naik turun’ lah. Tapi selama masih ada niat dan usaha, insyaAllah ga akan sia-sia.

Aku juga selalu pasang target di bulan ini, biar termotivasi untuk memperbanyak dan meningkatkan kualitas ibadah. Rasanya seneng banget kalo target-targetnya tercapai. Tapi aku juga pernah ngalamin gagal menuhin target, dan itu rasanya sedih banget banget banget. So I suggest you, please jangan sia-siain bulan Ramadan ini. Ibadah sebanyak, dan sebaik mungkin. Dan selalu berdoa juga, karena doanya orang yang berpuasa itu mustajab.

Selain fokus buat deket sama Allah, di bulan ini juga waktunya buat my beloved family dong. Sebagai orang yang bermotto family first, aku selalu menantikan segala aktivitas yang dilakuin bareng sama mamah ayah dan kedua adikku, although it’s just a normal and usual thing such as sahur, buka puasa, ngaji, dan jogging. Meskipun aku sekarang lagi jadi pengacara (pengangguran ga banyak acara haha) dan sering di rumah, aku tetep selalu menantikan itu. Buatku sih itu precious banget, ga kebayar lah. Kan ga tau sampai kapan bisa bareng-bareng terus. Ga tau umur sampai kapan. Iya kan hehe ๐Ÿ™‚

Oh iya, kalo lagi bulan puasa, temen-temen pasti banyak acara buka bersama alias bukber. Dan semua restoran di mana-mana, pasti penuh di sore hari. Waw sesuatu banget ya ๐Ÿ˜€ Aku pribadi sih, beberapa tahun terakhir emang jarang ikutan bukber. Kalo dulu alesannya ya latihan hahaha. Bukbernya ya di GSG kampus mulu sama anak hockey, itu itu lagi pokoknya hehe.

Tapi untuk sekarang-sekarang ini, aku lebih milih ga ikutan bukber karena menurutku, yang pertama, bukber di luar itu bisa ngurangin fokus ibadah. Just admit it, ada yang sampe kelewat maghrib isya tarawihnya (amit-amit sih ini, jangan gitu ya temen-temen), ada yang sholat sekadarnya aja karena di tempat umum kurang bisa leluasa gitu kan ya, dan pasti lah fokusnya jadi lebih ke acara bukbernya dan temen-temen bukber, bukan beribadah. Alasan kedua adalah b-o-r-o-s ๐Ÿ˜€ Dua alasan ini sih based on my experience yah. Alasan ketiga, balik ke paragraf sebelumnya, aku lebih nyaman di rumah bareng keluarga ๐Ÿ™‚ Ini belum termasuk alasan-alasan yang ‘keras’ dan syar’i, yang aku pun belum bisa nerapin sepenuhnya, ya seperti ikhtilath, tabarruj, wanita yang lebih baik di rumah aja, dan mungkin masih banyak lagi.

Ya mohon maaf kalo aku cuma bisa bilang “maaf ga bisa ikut” kalo ada ajakan bukber di luar. Kecuali, sama sahabat-sahabatku yang bener-bener deket (I keep my cricle small btw), dan tempatnya pun kalo bisa harus di rumah. Duh, aku ga ngebayangin soalnya, ke mall pas bulan puasa di jam buka puasa. Udah pernah dan kapok sih. Dan sejujurnya, ajakan bukber udah mulai berkurang, yah mungkin karena dari dulu jarang dateng haha. Terus kalo dibilang aku ga mau silaturahmi? Ya silaturahmi kan bisa kapan aja, mending di luar bulan puasa lebih fleksibel waktunya, iya ga sih hehe. Tapi bukan berarti bukber itu ga baik yah, pasti ada sisi positifnya juga. Kan ada juga bukber yang emang jadi satu rangkaian dari kajian, tabligh akbar, atau semacamnya, terus buka bersama fakir miskin atau yatim piatu, dan lain-lain.

Yah gapapa ya, jadi sedikit ngebahas soal bukber. Pokoknya tetep semangat ya semuanya dalam menjalani bulan Ramadan kali ini! ๐Ÿ™‚

Exploring Jakarta By City Tour Bus

Siapa sih yang ga suka jalan-jalan? Aku suka banget jalan-jalan, tentunya dengan catatan kondisi badanku fit dan ga lagi 5L ya hahaha. Buat aku jalan-jalan itu seru, bikin hepi, dan bisa ngilangin stres. Keliling ibukota, hal ini bukan hal baru buatku. Selain memang lahir dan tinggal di Jakarta, aku udah beberapa kali ngebolang dan explore Jakarta sama keluarga, dan temen-temen, dari temen SMA, temen kuliah, temen hockey, dan temen spesial (nasgor spesial kali pakai telor wkwk) ๐Ÿ˜€

Jadi ceritanya tiba-tiba mamah ngebooking aku buat nemenin doi keliling kota naik bus City Tour. Naik bus City Tour juga bukan hal yang asing buatku, aku udah pernah naik bus double decker (tingkat) ini beberapa kali, tapi itu setahun lalu lebih. Karena aku anak yang berbakti kepada orang tua, akhirnya aku iyain deh ajakan mamah. Meeting point di IRTI (pintu parkir Monas) jam 10 pagi. Tujuan utamanya ya naik bus City Tour dan RPTRA Kalijodo. Sebenernya aku agak excited juga ke Kalijodo ini. Soalnya dari kemarin-kemarin cuma tau lewat berita.

So, rute dan laporan singkat bolangku bersama mamah dan komunitasnya begini kemarin:

  • Dari IRTI Monas ke RPTRA Kalijodo pp naik bus City Tour. My first visit to Kalijodo! Aku ga tau dulu bentuknya gimana, tapi bukan tempat yang baik katanya. Yang jelas sekarang menurutku kece lah tempatnya. Space yang cukup besar dan luas, ada dinding penuh grafiti warna-warni, panggung musik, wadah buat main skateboard, tenda-tenda bazar, ruang bermain anak-anak. Itu sih yang aku noticed. Aku ke Kalijodoย sekitar jam 12 siang, jadi panas aja alhamdulillah haha.
  • Dari IRTI Monas ke Ragusa Eskrim naik taksi biar cepet soalnya keburu laper haha ๐Ÿ˜€ Ke Ragusa ini udah ke sekian kali juga, tapi yang memorable itu bareng anak-anak hockey. Jadi waktu itu lagi rame banget ga dapet-dapet tempat duduk, akhirnya makan sambil ngemper di pinggir jalan deh ๐Ÿ˜€
  • Dari Ragusa jalan ke depan Masjid Istiqlal (dan kalo ga salah di seberang halte transjakarta dan stasiun Juanda) ke kawasan Kota Tua naik bus City Tour lagi. I had to say, banyak banget kenangan di kawasan ini hahaha. Kota Tua gitu-gitu aja tapi ya, gimanaaaa gitu yaa. Tapi makin ke sini makin rame ya ๐Ÿ˜€
  • Dari kawasan Kota Tua ke Petak Sembilan jalan kaki (ini lumayan banget sih). Petak Sembilan itu apa? Jadi ini wilayah di daerah Glodok yang disebut pecinan alias Chinatown. Kayak pasar aja sih, emang mayoritas toko dan warung Cina semua. Sempat mampir juga di warkop ala Cina gitu. Aku suka sih konsep warungnya, kuno-kuno gimana gitu, berasa di Cina beneran haha. Tapi aku ga ambil foto di sana karena udah sore dan cahayanya agak remang-remang.
  • Dari Petak Sembilan ke Balai Kota naik bus transjakarta. Ini ide ibu-ibu komunitas mamah yang seneng banget liat bunga-bunga buat Pak Ahok di Balai Kota bertebaran. Pada ga mau kehilangan kesempatan motoin bunga-bunganya hehe.
  • Terus pulaaaaaang, sampai di rumah jam 8 malam.

Padat dan cukup melelahkan. Untungnya kemaren milih pake running shoes jadi kaki ga berasa pegel haha. Perut sih yang berasa pegel, maklum baru hari kedua datang bulan (curcol). Tapi seru bangeeeet!ย Not my first experience naik bus City Tour tapi masih amazed aja naik bis tingkat gratis ini. Soalnya seneng aja gitu, ternyata masih bisa jalan-jalan seru, asik, dan murah di Jakarta. Kan kita taunya Jakarta itu macet, padat, hiburannya cuma mall doang. Menurutku ga ada ruginya deh, coba luangin satu hari, sabtu atau minggu, nikmatin Jakarta naik bus City Tour. Oh iya, ini aku kasih informasi seputar bus City Tour.

BW1234

16832296_10212023851810613_2566960974906222027_n

Gratis loh ya, gratis. Busnya ada beberapa macam (rute kali maksudnya), jadi jangan sampai salah naik bus yaa. Ada petugasnya juga kok ramah banget, kalo bingung boleh tanya aja. Saranku sih, datang lebih awal, pas jam busnya mulai beroperasi, soalnya kalo udah agak siangan pasti penuh dan antri. Kalo antri, ya sabar aja. Jangan nyerobot antrian yaa. Sabar juga pas nunggu busnya datang hehe. Tenang, pokoknya insyaAllah pasti naik dan pasti dapat duduk kok, karena ga boleh ada yang berdiri di dalam bus. Dan saran yang terakhir, ini buat kita semua warga DKI Jakarta dan warga Indonesia yang baik, jagalah kebersihan. ๐Ÿ™‚

Selamat hari Jumat dan selamat menyambut akhir pekan! Jangan lupa hari ini surat Al Kahfinya dibaca. ๐Ÿ™‚