Speak Good or Remain Silent

Assalamuโ€™alaikum warahmatullah ๐Ÿ™‚

Selamat pagi semuanya, selamat hari Jumat, selamat baca surat Al Kahfi!

Kali ini aku mau ngomongin tentang hal yang sering banget kita temukan dan lakukan di kehidupan sehari-hari. Kita sebagai makhluk sosial pastinya selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama tiap harinya. Berbagai kata, kalimat, obrolan, telah kita terima ataupun kita keluarkan. Mau itu omongan baik atau buruk. Iya kan? Sadar ga sadar sih ya hehe. Aku sendiri ga mengingkari kalo aku pernah berbicara baik dan buruk juga. Berbagai omongan atau pendapat yang ga enak juga sering aku terima.

Aku mau curhat sedikit nih. Ada satu kejadian baru-baru ini yang belum bisa aku lupain. Aku ga bisa ceritain secara detail ya. Aku lagi sama keluargaku waktu itu, abis pergi dan mau masuk ke rumah. Ada si oknum (gapapa ya disebut oknum hehe) lewat dan tiba-tiba ngomong ke kami, ga tau itu serius apa bercanda, pokoknya isinya ya bagi kami ga enak lah. Omongan itu ditujukan ke ayahku. Aku dan adik-adikku langsung asem mukanya, mau marah tapi ga enak juga, siapa tau si oknum cuma bercanda. Lagian receh banget kalo kaya gitu aja jadi ribut, udah malem juga waktu itu. Menurutku pribadi, walaupun misalnya bercanda, tapi kayanya kurang pantas si oknum ngomong gitu. Apalagi ditujukan ke ayahku, orang yang lebih tua. Aku kecewa, si oknum yang katanya orang pintar, lulusan dari universitas negeri terbaik di Indonesia, dan sekarang punya karir cemerlang, tapi kok omongannya kaya orang ga lulus SD. Sungguh disayangkan. Jadi gitu ceritanya.

Sejak saat itu aku jadi mikir. Eh sebenernya sih dari dulu kepikiran tapi ya biasanya langsung let it go aja. Kenapa ya, kita sebagai orang, sebagai manusia, kadang suka ngomong hal-hal yang ga berkenan ke orang lain? ๐Ÿ˜ฆ padahal bisa jadi gara-gara hal itu jadi timbul ghibah, permusuhan, dan perselisihan. Kenapa kita ga bisa selalu ngomong hal-hal baik yang ga nyakitin orang lain? Padahal alangkah indahnya kalo tiap obrolan, tiap omongan, isinya hal-hal baik yang bikin orang lain seneng. Sampai disini kira-kira paham maksudku ga, gengs?

โ€œYa elah, baper amat sih.โ€
โ€œYa elah bercanda doang.โ€
โ€œYa elah cuma digituin aja langsung ngambek.โ€

Pasti sering nih bergumam kaya gini dalem hati. Iya kan? Ngaku deh hehe. Ya aku pun juga. Emang sih, kan kita bisa jadi cuma bercanda, tapi ga sadar kalo kata-kata yang kita keluarkan itu bikin temen ngobrol kita jadi ga enak hati. Kan kita ga tau, mungkin dia lagi ada masalah atau kenapa, sehingga dia jadi sensitif. Dan buat yang bilang baper, plis deh! Kita sebagai manusia kan emang punya perasaan. Wajar dong kalo punya perasaan sedih atau seneng. Yang suka bilang baper, mungkin dia ga punya perasaan kali ya hehehe. Yap, untuk itulah, mulai dari sekarang yuk kita set otak kita untuk memfilter kata-kata dan omongan yang akan keluar dari mulut kita. Mari kita pikir dulu berulang-ulang kalau mau berbicara.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช
โ€œBarang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Ibnu Hajar menjelaskan, โ€œIni adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.โ€ (lihat Al-Fath, 10:446)

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafiโ€™i rahimahullah mengatakan, โ€œJika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).โ€

ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ

โ€œTiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.โ€ (QS. Qaf :18)

Nah, tambah mantep kan ada landasan dari Al Quran dan hadits-nya. Ini penting banget โค jadi udah tau kan, betapa pentingnya menjaga lidah. Kalo kata-kata yang keluar dari mulut kita ga baik, selain dosa, kita juga berpotensi menyakiti hati orang lain (dosa juga kan ya huhu). So, speak good or remain silent! ๐Ÿ™‚

Sebenernya nulis gini, ya buat ngingetin ke diri sendiri juga biar ga asal ngomong lagi, pokoknya mikir dulu dan lebih hati-hati lagi deh. Mending diem ya ternyata daripada kata-kata yang bakal keluar ternyata ga baik. Oh ya aku sekalian minta maaf juga ke temen-temen kalo aku ada salah dan khilaf, terutama semua kata-kata dan omongan yang keluar dari mulut aku.

Aku percaya kita semua bisa mengontrol diri kita untuk bisa menyaring apa-apa yang akan kita ucapkan. InsyaAllah bisaaaa, aamiin! Nah, kalo untuk menyikapi omongan buruk dan ga enak dari orang lain, gimana? Aku ada sih artikel bagus dan shahih, tapi mungkin next time ya. Yang jelas kudu sabar, kudu ikhlas. Kalo baper ya disimpen sendiri aja sambil berdoa. Kalo bisa sih, bales tapi dengan perkataan baik juga. Air tuba dibalas dengan air susu gitu hehehe ๐Ÿ˜€

Sekian dulu hari ini. Wassalamu’alaikum warahmatullah..

Advertisements

2 thoughts on “Speak Good or Remain Silent

  1. Ichaaa as we are on this topic, aku mau cerita… Akhir-akhir ini aku baru menyadari bahwa kadang-kadang, kalimat-kalimat “biasa” yang diucapkan hanya sekedar buat basa-basi, ternyata bisa melukai orang lain. Misalnya begini, aku ketemu temenku (udah menikah) yang udah gak ketemu beberapa lama. Tentunya karena dia udah menikah, aku bakal nanya “Udah berapa anaknya?” walau sebenernya aku nggak penasaran2 banget, karena kupikir itu adalah pertanyaan wajar banget, dan nggak ada yang salah sama pertanyaan itu. Tapi setelah aku berteman dengan seorang mbak yang udah menikah hampir 2 tahun tapi belum punya anak, aku baru tahu, pertanyaan macam itu yang kalo buat aku cuma pertanyaan sambil lalu, kalo buat si mbak justru nambahin stress dan luka hatinya.. Tanpa ditanya-tanya orang begitu pun dia sendiri udah kepikiran kok masih belum punya anak juga, ditambah setiap orang yang ketemu nanya begitu, dia jadi makin stress. Ya Allah, aku ga nyangka padahal pertanyaan itu means no harm banget kan… ternyata tetep bisa ngelukain orang juga :O

    Like

  2. Setuju! Gw sering banget ngalamin hal-hal kaya gitu semenjak lulus kuliah, ya you know lah berhubungan dengan pekerjaan dan semacamnya. Pernah temen gw ngajak jalan ke suatu tempat dan gw pada saat itu adalah seorang freelancer yang kerjanya di rumah dan gw menolak ajakan itu lalu dia bilang dengan santainya “ikut dong kamu kan di rumah aja ga ngapa-ngapain” well…gw mau marah tapi ya gimana pada akhirnya gw cuma bisa diem aja. It’s true saat rasulullah bilang untuk “leave alone of which doesn’t concern you”. Unless you are there to help, what’s the point of bringing up the topic? Just so you can start the conversation? It is better to speak nothing at all than hurt anyone with our way of speaking. Keliatan sepele, psaking sepelenya sampe ga sadar udah nyakitin orang lalu berdalih menyalahkan orang itu sebagai orang yang baperan? Heuheu.

    Salam ukhti.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s