My Umroh Trip: Prologue

First of all, aku mau nekanin kalo tulisan ini bukan untuk riya, sombong, pamer, atau apa pun itu. Cuma buat sharing dan cerita aja, that’s all. πŸ™‚

Jadi alhamdulillah, dari medali emas PON tahun lalu, aku dapet rezeki berupa bonus dari Pemprov DKI Jakarta yang (baru) cair di bulan Desember. Jumlahnya buat aku, gede banget! Jujur, sempet ga percaya. Walaupun katanya nominal yang aku dapat itu ga sesuai sama yang dijanjikan. Aku sih ga terlalu masalah, dapet aja udah syukur banget hahaha. Tapi ga cukup juga sih buat beli rumah atau pun mobil hehe, jauh bro. Banyak yang terlintas di pikiran aku, uang sebanyak itu mau buat apa aja. Saking banyaknya sampai bingung, dan akhirnya belum ada yang terealisasikan. Sedikit demi sedikit (yang jadi banyak pada akhirnya) uangnya mulai berkurang, untuk kebutuhan pribadi aku, beli ini itu (biasa suka khilaf liat barang lucu), traktir sana sini, dan nyenengin keluarga aku. Yang terakhir bisa dibilang ga kekontrol, tapi menurutku worth it bahkan tak ternilai, mengingat waktuku yang telah tersita cukup banyak untuk hockey, sehingga dulu jarang banget ngabisin waktu sama keluarga.

Seiring berjalannya waktu, aku mikir terus sebaiknya aku pakai buat apa dananya, karena kalo ga dipakai buat hal yang ‘nyata’ dan bermanfaat, dana ini bakal abis gitu aja. Fyi, I’m still unemployed, jadi aku langsung pakai dana itu buat semua kebutuhanku sehari-hari biar ga ngerepotin orang tua. Well, tapi berkat dana itu aku jadi ga terlalu galau soal pekerjaan hehe. Eh, kok jadi curhat sih.. Lanjut, akhirnya orang tua aku, terutama ayah, tiba-tiba menyarankan aku untuk menunaikan ibadah umroh bersama adik-adikku (orang tuaku sudah pernah umroh). Sebenernya aku sempat mikir umroh, tapi memang bukan jadi opsi pertama. Apalagi kalau harus mengajak adik-adik, aku pikir biayanya lumayan juga.

Dua tiga hari aku pikirin hal itu, aku jadi malu. Mau ibadah kok mikir-mikir dan banyak pertimbangan. Bisa jadi, rezeki yang aku punya, memang diperuntukkan untuk mengunjungi rumah Allah. Bisa jadi, aku dipanggil kesana lewat rezeki ini. Akhirnya aku bulatkan niat dan tekad untuk jadiin agenda umroh itu. Karena biaya sendiri, aku ngurus semuanya pun sendiri. Dari cari-cari travel yang cocok, ke tempat travelnya, ke bank, perpanjang paspor dan tambah nama, suntik meningitis, beli perlengkapan segala macem, literally sendiri. Seru juga ternyata hehe.

Singkat cerita, alhamdulillah aku dan adikku yang cowo (adik yang cewe batal ikut hehe) jadi berangkat ke tanah suci di minggu pertama bulan April. InsyaAllah, ceritanya bakal aku share juga disni, kalo ga males. Hehehe πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s