When being strong is my only option.

Everyone has problems. Everyone is not always happy. Everyone fights in her/his own battle.

But I keep telling myself: “Nothing to worry about, because you always have Allah. Be strong. Be patient. Keep praying.” ๐Ÿ™‚

Advertisements

Speak Good or Remain Silent

Assalamuโ€™alaikum warahmatullah ๐Ÿ™‚

Selamat pagi semuanya, selamat hari Jumat, selamat baca surat Al Kahfi!

Kali ini aku mau ngomongin tentang hal yang sering banget kita temukan dan lakukan di kehidupan sehari-hari. Kita sebagai makhluk sosial pastinya selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama tiap harinya. Berbagai kata, kalimat, obrolan, telah kita terima ataupun kita keluarkan. Mau itu omongan baik atau buruk. Iya kan? Sadar ga sadar sih ya hehe. Aku sendiri ga mengingkari kalo aku pernah berbicara baik dan buruk juga. Berbagai omongan atau pendapat yang ga enak juga sering aku terima.

Aku mau curhat sedikit nih. Ada satu kejadian baru-baru ini yang belum bisa aku lupain. Aku ga bisa ceritain secara detail ya. Aku lagi sama keluargaku waktu itu, abis pergi dan mau masuk ke rumah. Ada si oknum (gapapa ya disebut oknum hehe) lewat dan tiba-tiba ngomong ke kami, ga tau itu serius apa bercanda, pokoknya isinya ya bagi kami ga enak lah. Omongan itu ditujukan ke ayahku. Aku dan adik-adikku langsung asem mukanya, mau marah tapi ga enak juga, siapa tau si oknum cuma bercanda. Lagian receh banget kalo kaya gitu aja jadi ribut, udah malem juga waktu itu. Menurutku pribadi, walaupun misalnya bercanda, tapi kayanya kurang pantas si oknum ngomong gitu. Apalagi ditujukan ke ayahku, orang yang lebih tua. Aku kecewa, si oknum yang katanya orang pintar, lulusan dari universitas negeri terbaik di Indonesia, dan sekarang punya karir cemerlang, tapi kok omongannya kaya orang ga lulus SD. Sungguh disayangkan. Jadi gitu ceritanya.

Sejak saat itu aku jadi mikir. Eh sebenernya sih dari dulu kepikiran tapi ya biasanya langsung let it go aja. Kenapa ya, kita sebagai orang, sebagai manusia, kadang suka ngomong hal-hal yang ga berkenan ke orang lain? ๐Ÿ˜ฆ padahal bisa jadi gara-gara hal itu jadi timbul ghibah, permusuhan, dan perselisihan. Kenapa kita ga bisa selalu ngomong hal-hal baik yang ga nyakitin orang lain? Padahal alangkah indahnya kalo tiap obrolan, tiap omongan, isinya hal-hal baik yang bikin orang lain seneng. Sampai disini kira-kira paham maksudku ga, gengs?

โ€œYa elah, baper amat sih.โ€
โ€œYa elah bercanda doang.โ€
โ€œYa elah cuma digituin aja langsung ngambek.โ€

Pasti sering nih bergumam kaya gini dalem hati. Iya kan? Ngaku deh hehe. Ya aku pun juga. Emang sih, kan kita bisa jadi cuma bercanda, tapi ga sadar kalo kata-kata yang kita keluarkan itu bikin temen ngobrol kita jadi ga enak hati. Kan kita ga tau, mungkin dia lagi ada masalah atau kenapa, sehingga dia jadi sensitif. Dan buat yang bilang baper, plis deh! Kita sebagai manusia kan emang punya perasaan. Wajar dong kalo punya perasaan sedih atau seneng. Yang suka bilang baper, mungkin dia ga punya perasaan kali ya hehehe. Yap, untuk itulah, mulai dari sekarang yuk kita set otak kita untuk memfilter kata-kata dan omongan yang akan keluar dari mulut kita. Mari kita pikir dulu berulang-ulang kalau mau berbicara.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช
โ€œBarang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Ibnu Hajar menjelaskan, โ€œIni adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.โ€ (lihat Al-Fath, 10:446)

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafiโ€™i rahimahullah mengatakan, โ€œJika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).โ€

ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ

โ€œTiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.โ€ (QS. Qaf :18)

Nah, tambah mantep kan ada landasan dari Al Quran dan hadits-nya. Ini penting banget โค jadi udah tau kan, betapa pentingnya menjaga lidah. Kalo kata-kata yang keluar dari mulut kita ga baik, selain dosa, kita juga berpotensi menyakiti hati orang lain (dosa juga kan ya huhu). So, speak good or remain silent! ๐Ÿ™‚

Sebenernya nulis gini, ya buat ngingetin ke diri sendiri juga biar ga asal ngomong lagi, pokoknya mikir dulu dan lebih hati-hati lagi deh. Mending diem ya ternyata daripada kata-kata yang bakal keluar ternyata ga baik. Oh ya aku sekalian minta maaf juga ke temen-temen kalo aku ada salah dan khilaf, terutama semua kata-kata dan omongan yang keluar dari mulut aku.

Aku percaya kita semua bisa mengontrol diri kita untuk bisa menyaring apa-apa yang akan kita ucapkan. InsyaAllah bisaaaa, aamiin! Nah, kalo untuk menyikapi omongan buruk dan ga enak dari orang lain, gimana? Aku ada sih artikel bagus dan shahih, tapi mungkin next time ya. Yang jelas kudu sabar, kudu ikhlas. Kalo baper ya disimpen sendiri aja sambil berdoa. Kalo bisa sih, bales tapi dengan perkataan baik juga. Air tuba dibalas dengan air susu gitu hehehe ๐Ÿ˜€

Sekian dulu hari ini. Wassalamu’alaikum warahmatullah..

Pindah Sekolah (SMA Negeri di Jakarta)

Long time no see! Sebelumnya mau ngucapin MET LEBARAN YAAA Taqobbalallahu minna wa minkum, walopun telat banget I know. Jadi gimana libur lebarannya? Btw udah pada masuk kerja ya? Yang kuliah atau sekolah udah masuk belom? Kalo aku, hamdalah jam segini masih leha-leha di rumah haha ^^’

Kali ini aku mau cerita soal adikku yang paling bungsu, sebut saja Acil (bukan Mawar loh ya). Jadi Acil ini sekarang naik kelas 12, dan dia udah pindah sekolah 3x selama SMA, jadi total ada 4 sekolah yang udah dia cobain. Nah ini jadi banyak pertanyaan dari netijen, kok pindah-pindah terus, gimana caranya bisa pindah, nyogok bayar berapa buat pindah. Makanya aku mau klarifikasi sharing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Jadi, sekolah pertama yang dicobain Acil adalah MAN 4 Jakarta. Eits, janganย underestimateย ya denger kata madrasah. Emang sangat disayangkan, bukannya menggeneralisasi, tapi masyarakat kita masih suka gimana gitu ya, istilah kasarnya sih menganggap rendah, terhadap institusi madrasah. Biasanya kan kalo anaknya ga diterima di sekolah negeri atau bandel banget, dimasukin ke madrasah atau pesantren. Padahal di madrasah atau pesantren, pelajaran agama Islam lebih banyak which is very good lah buat kita sebagai muslim. Kembali ke laptop, jadi MAN 4 ini adalah MAN model, which means unggulan. Aku dulu juga ikut tes masuk sini karena orang tuaku mau anaknya lebih banyak belajar agama. Tesnya ga gampang, dari TPA, matek, bahasa Inggris, bahasa Arab, sholat, doa, baca Quran. Alhamdulillah waktu itu aku masuk dan berada di peringkat 3 besar. Tapi karena jauh, jadinya ga diambil. Nah, Acil juga ikut tes di MAN 4, dan surprisinglyย diterima juga. Acil ini udah beli seragam dan ikut ospek. Tapi pas ikut seleksi SMA (PPDB ya kalo ga salah namanya), dan diterima juga di sekolah negeri, dengan banyak pertimbangan akhirnya milih ke sekolah negeri dan ga jadi di MAN 4. Faktor lokasi emang jadi yang paling utama, orang tuaku juga dilema banget sama masalah ini.

Acil diterima di SMAN 51. Itu emang bukan pilihan pertamanya, tapi karena dapetnya itu ya udah akhirnya masuk situ. Lokasinya lumayan sih, sekitar 8-9 km dari rumah. Singkat cerita, orang tua mau Acil sekolah di tempat yang lebih kejangkau, ga lebih dari 5 km lah dari rumah. Mau pindah pas semester 2, tapi sayang di sekolah negeri yang deket rumah belum ada kuota.

Nah, pas naik ke kelas 11, ada kuota di SMAN 98 dan SMAN 106. Setelah daftar dan ikut tes, Acil diterima di 106. Acil sebenernya maunya masuk 98, tapi ya udah ga diterima. Acil pindah ke 106, dan orang tuanya lega karena sekolahnya deket, cuma 3 km dari rumah.

Tapi adikku yang satu ini pantang menyerah banget loh. Kelas 11 semester 2, dia cari info dan ternyata ada kuota lagi di 98 karena ada yang pindah. Akhirnya dia daftar lagi dan tes lagi. Alhamdulillah, dia diterima! Perjuangan Acil selama SMA ini tough banget ya, dan terbukti ga sia-sia. Jujur, aku salut sama dia, walopun (aku anggep) dia masih kecil tapi dia berani, pede, dan semangatnya besar. Acil sekarang sekolah dengan gembira setiap hari, dan yang paling penting katanya, bisa ikut ekskul hockey, yang ga ada di 51 dan 106. Selain itu, 98 jaraknya cuma 900 m dari rumah. ^^’

Tadi udah cerita kenapa Acil pindah-pindah sekolah, sekarang mau jawab how to-nya. Mungkin ga detail-detail banget, dan fyi ini buat yang sekolah negeri di Jakarta ya. Sebenernya nanti pas proses pindah juga bakal dikasih tau dan dituntun alurnya kok. ๐Ÿ™‚

  1. Cari info di sekolah baru (sekolah yang dituju/mau pindah ke sekolah itu) ada kuota atau bangku kosong ga. Karena kalo ga ada, ya ga bakal bisa (tapi ga tau juga ada pengecualian ga). Biasanya bakal ditempel di papan pengumuman di sekolah itu tentang informasi kuota.
  2. Daftar untuk tes di sekolah baru, dan kumpulin persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Biasanya sih akte, KK, ijazah pendidikan terakhir, rapot dari sekolah sebelumnya, surat pernyataan. Infonya pasti ada dan barengan sama info kuota kok.
  3. Tes di tanggal yang telah ditentukan. Pas Acil sih, ada tes tertulis (kemampuan akademik) dan wawancara. Paling ditanyain alasan pindah dan kegiatan di sekolah.
  4. Pengumuman diterima atau ga di sekolah baru. Biasanya ditempel juga.
  5. Konfirmasi atau lapor diri ke sekolah baru.
  6. Urus-urus dokumen. Nah ini aku kurang tau detailnya karena orang tua yang urus. Kalo ga salah sih, harus cabut berkas gitu di sekolah lama dan harus ke Dinas Pendidikan di wilayah kotamadya (kalo kami, Jakarta Timur). Eh apa kantor Walikota Jakarta Timur gitu. Pokoknya ngurusin dokumen dan berkas-berkas data Acil, bolak-balik antara sekolah lama, Diknas, dan sekolah baru. Cmiiw.
  7. Kalo udah beres ya udah. Selamat bersekolah di sekolah baru.

Pertanyaan yang paling penting, bayar ga sih pindah-pindah gitu? Alhamdulillah NOL RUPIAH saja ๐Ÿ™‚ Jadi gratis ya, wahai netijen. Di sekolah lama, sekolah baru, maupun Diknas, ga ditarik biaya sama sekali, parkir pun gratis hehe. Prosesnya juga gampang, cepat, dan ga ribet. Thanks to our last governor yang kinerjanya emang terbukti bagus (plis ini bukan kampanye ya wahai netijen, fyi aku pastinya bukan pendukung beliau). Lagian kalo misalnya harus bayar, ya ga bakal lah orang tuaku mau mindah-mindahin anaknya, karena kami sama sekali ga ada biaya buat itu. Kami tergolong keluarga yang pas-pasan aja tapi kami bahagia. โค

Sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat. Kali aja ada yang mau pindah sekolah. Hehe ๐Ÿ˜€

My Hockey Journey #6

โ€”

KHRM VIII 2013

I didn’t write about this in my previous blog. Yeah, I did skip some events because I was too lazy to write it on blog. It was a my second KHRM, but it was totally different from the first one because we (all of hockey UNJ members) had to be both athletes and committees. And it was not easy at all. It actually made me crazy at that time since we also had to deal with lectures and other college things too. I couldn’t tell you how hard it was, but thank God we could manage it. And the result was still great. Both men’s team and women’s team got the champion title. Alhamdulillah, Your blessings are always amazing, dear Allah.. ๐Ÿ™‚

a17

a18

โ€”

Sukmalindo 2013

Baru aja tarik nafas sebentar abis jadi ‘agen ganda’ di KHRM VIII, udah harus tancap gas lagi get prepared for Sukmalindo. Jadi Sukmalindo ini adalah ajang persahabatan olahraga (sukan) antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia. Tiap tahun gantian tempatnya, misalnya tahun ini di Indonesia, berarti tahun depan di Malaysia. Nah tahun 2013 ini Sukmalindo diselenggarakan di wilayah UPI Bandung. Alhamdulillah tim UNJ ditunjuk jadi perwakilan Indonesia alias tim nasional mahasiswa di cabang hockey indoor. I was so proud (all of us were!). Meskipun ini bukan kejuaraan dan cuma pertandingan persahabatan, but it was prestigious to me. Hasilnya kurang memuaskan buat timku (tim cewe) karena kita kalah dari tim Malaysia, sedangkan tim cowo menang lewat drama adu pinalti. Sedih sih tapi yang penting dapet pengalaman dan pelajaran berharga ๐Ÿ™‚

a19

a20

My Hockey Journey #5

Kembali lagi di ‘rubrik’ hockey hehe, part kelima dan memasuki tahun 2013. Yuk flashback sebentar ๐Ÿ˜‰

โ€”

22 Januari 2013

A Story From Cimahi (IHRPT ITB ke-27)

IHRPT ITB adalah event tahunan yang diadain sama anak-anak hockey dari ITB. Ini event kejuaraan hockey indoor paling tua kalo ga salah. Dan ini ihrpt gw yang pertama, bareng sama UNJ hockey team. Alhamdulillah gw dikasih amanah untuk ngewakilin kampus untuk bertempur dalam event kali ini, being a part of girls team.

Kejuaraannya sih seminggu, tapi kita stay disana selama 10 hari. Bukan waktu yang lama, bukan waktu yang sebentar. I was pretty excited, tapi ga terlalu juga sih soalnya masih kepikiran UAS.

Tempatnya di GSG dinas jasmani AD, di cimahi jawa barat, deket gerbang tol baros. Adaptasi sama tempat baru lagi. Suasananya, lapangan tempat tempurnya, air udara sama cuacanya, dll. Suhunya yang jelas lebih rendah dari jakarta. Kalo malem mesti pake selimut walopun ga pake ac, kalo mandi juga mesti siap mental dan siap-siap shuffle di kamar mandi gara-gara airnya kayak es.

UNJ ngirim 3 tim: putra, putri, sama mix. Masing-masing tim beranggotakan 12 tentara siap tempur. Kita disana nyewa satu rumah dua lantai (semacam villa kecil di perkampungan gitu) buat tempat tinggal selama 10 hari. Yup, jadi satu rumah ber36 gitu, ditambah para pelatih dan pembina. Pas baru dateng gw cukup tercengang. Di tembok dalem rumahnya udah ditempel kata-kata bijak dan motivasi yang super dalem dan jleb. Terus ada jadwal piket, tata tertib, juga ada tabel pool buat semua tim yang akan bertanding di ihrpt kali ini. Mungkin biasa aja kayanya yah, tapi bagi gw atmosfirnya jadi gimana aja gitu. Seru nih, kata gw dalem hati.

Lanjut? Lanjuuttt. Kita (tim putri) dapet pool yang isinya 6 tim, which is harus bertanding 5 kali di babak penyisihan, which means tanding lawan UI, UGM, Stkip, Stei, dan Unpar. Alhamdulillah dikasih kelancaran pas babak penyisihan. Kita menang terus dan jadi juara pool. Dan bisa lanjut ke babak semifinal. Dapet lawan cukup kuat juga, Unnes semarang, pas semifinal. I was so disappointed with my performance at that time. I didn’t do my best. Hampir semua pemain di tim putri ga tenang mainnya, apalagi gw, super panik. Agak bingung sama instruksi dari pelatih, teriakan sang kiper, dan suara-suara dari supporter di pinggir lapangan. Tapi alhamdulillah tetep bisa menang dan melangkah ke final. Pertandingan super stres itu kalo kata abang, kudu jadiin pelajaran. #okesip

Final. Ketemu Stkip lagi. Waktu di penyisihan kita menang 3-0. Stkip ini cukup kuat, karena rata-rata pemainnya anak fakultas olahraga, sama kaya UNJ. Atmosfir pertandingan istilahnya high tension banget deh. Apalagi sebelum final putri itu pertandingan final fix antara UNJ vs Stkip, juga. Dan Stkip menang, menang aneh sih. Jadi esmosi gimanaaaa gitu pas pertandingan final putri hampir dimulai. Untung ada kapten yang selalu ngingetin untuk tetep fokus dan ga kepancing. Dari pinggir lapangan juga ada yang selalu setia support dan ngasih masukan positif. Jadi gw berusaha untuk tetep tenang dan senyum selama pertandingan. 2×20 menit gw bertahan tanpa diganti. Dan bener ternyata, kalo kata anak-anak hockey: “ketenangan adalah sumber kekuatan”. Yup, peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup oleh sang wasit. Kita menang 2-0. Gw langsung sujud syukur dan nangis. Ini ihrpt pertama gw, dan gw berhasil jadi juara! I’m proud of myself. Also proud of my team. Thank you girls, we did a good job :’)

Kategori putra dan mix juga ga kalah seru. Alhamdulillah juga, tim putra dan mix UNJ juga lancar. Semuanya masuk final. Jadi di hari terakhir kejuaraan, kita semua ber36 masih main loh. Bagi gw itu sesuatu yang w-o-w dan patut dibanggakan. Nyaris sapu bersih. Tapi gapapa, hasil yang kita dapet ini udah luar biasa banget. Sekali lagi, alhamdulillah.

Besoknya abis final, kita balik ke jakarta. The tournament has finished. The end of ihrpt 27 ๐Ÿ˜

Whoaaaa, selesai juga. Bisa napas juga akhirnya. Tapi ada tapinya nih. Kemaren di cimahi sih katanya homesick gitu, tapiiiii kemaren pas udah sampe rumah malah langsung kangen suasana di cimahi. Gatel pengen tempur lagi mah udah pasti tapi ga banget-banget. Yang bikin kangen itu suasana disana. Yang rame. Yang rusuh. Yang kemana-mana, ngapa-ngapain, ya ber36.

Kangen banyak hal.
Bobo bareng.
Mandi bareng (plus ngantri mandinya)
Makan bareng.
Solat bareng.
Konser tim putri di kamar bareng.
Jalan dari rumah ke gsg bareng.
Nyuci kaos tim bareng.
Naik angkot bareng.
Briefing bareng.
Piket bareng.
Massage alias pijet-pijetan bareng.
Jadi supporter gila teriak-teriak bareng.
Kangen semuanya :/ :/ :/

Terus juga kangen.
Kangen dimiskolin berkali-kali jam 3 pagi buat tahajud.
Kangen diingetin buat makan walopun cuma lewat tatapan mata.
Kangen tukeran jaket pas sebelum tanding sama sebelum bobo.
Kangen nyari-nyari alias nyuri-nyuri waktu buat ngobrol berdua walopun cuma bentar banget.
Kangen dapet tulisan-tulisan penyemangat.

Yah kalo dibahas terus mah ga abis-abis kali ya. Yang jelas terima kasih banyak keluarga besar hockey UNJ atas segalanya. Gw dapet banyak banget pengalaman selama di cimahi. Semuanya, suka dukanya, bagi gw berarti.

Also thanks to mum dad bro sis for sending many prayer from home. Thanks to abangku, yang bikin kejuaraan ini lebih berwarna. Last but not least, thanks Allah. o:-)

a15

a16

Birthday?

Halo temans! Di tengah-tengah flashbackku tentang my hockey journey, aku bakal tetep nulis soal yang lain kok, tenang aja hehehe. Aku ga mau yang baca sampai bosen kalo blog aku tentang hockey mulu ๐Ÿ˜€

Honestly, aku nulis ini karena terinspirasi oleh sahabatku, fanny, yang nulis duluan tentang ulang tahun. Sebenernya udah lama kepingin nulis tentang ini, tapi antara males dan ragu gitu. So here we go.

Ulang tahun. Katanya sih hari yang spesial, karena cuma satu tahun sekali ngerasainnya. Padahal, kalo dipikir-pikir 3 Januari juga cuma sekali di tahun 2013. 5 Mei juga cuma sekali di tahun 2015. Iya ga sih.. Hehe ๐Ÿ˜€ Ulang tahun. There are many ways to celebrate it. Ucapan manis, doa, kue, lilin, hadiah, surprise, dan lain-lain.

Secara umum dan keseluruhan, aku bukan orang yang anti ulang tahun. Hari ulang tahunku beberapa kali dirayakan, aku pun pernah dapet surprise dari teman-teman, dapet kado, dapet ucapan dari orang-orang yang kusayangi. Dan sebaliknya, aku pernah ikut merayakan, mengucapkan, ikut memberi surprise dan kado pada temanku yang berulang tahun.

Suatu hari aku berpikir, apakah ulang tahun itu sesuatu yang harus dirayakan? Aku pernah bertanya ke ayah. “Yah, waktu aku berumur 2 tahun kok ulang tahunnya dirayain besar-besaran gitu sih?” Waktu itu aku lagi buka album foto lama. “Iya, mau gimana lagi. Keluarga besar maunya ngerayain, padahal ayah ga mau. Tapi ya ga enak kan, jadinya dirayain deh.” Lalu ayahku cerita, bahwa ia dan mamah sebenernya bukan tipe orang yang merayakan sesuatu seperti ulang tahun ataupun hari jadi lainnya. Baginya itu tidak terlalu penting, masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan. Aku baru sadar, di keluargaku ulang tahun memang bukan sesuatu yang gimana-gimana. Paling, “Oh hari ini Rifqi 20 tahun ya?” “Banyak introspeksi diri, banyak doa, umur ga tau sampe kapan” Paling sekadar itu. Perayaan ulang tahun, kue, dan hadiah hanya ada saat aku dan adik-adik balita, itu pun karena desakan keluarga besar.

Meskipun aku sepakat dengan ide ayah, aku kadang tetap ikut merayakan atau memberi ucapan ulang tahun ke orang-orang yang aku kenal simply because they love it, and it makes them happy. Dan sebaliknya, people were very nice sending me birthday greetings on the day of my birth. Tentunya aku senang menerima segala bentuk kebaikan itu.

Tapi… Beberapa kali aku dengar, kalo di agama Islam itu tidak ada yang namanya (perayaan) hari ulang tahun. Beberapa kali juga sempat kuabaikan, karena pikirku, selama itu baik, kan ga apa-apa. Baik menurut siapa? Hmm. Di tengah perjalanan yang kusebut hijrah ini, aku banyak belajar dan ikut kajian. Akhirnya menemukan pertanyaan tentang ini. Ternyata jawabannya tidak berubah.

Rasulullah Shallallu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabatnya ga pernah merayakan atau mengucapkan selamat ulang tahun. Jika untuk ibadah, misalnya sebagai ritualisasi bentuk syukur, jelas tidak ada contohnya. Ibadah yang diada-adakan itu akan tertolak amalannya, bahkan bisa jadi dosa, karena perbuatan tersebut tercela. Jika bukan untuk ibadah, melainkan untuk tradisi, kebiasaan, atau pun have fun, ini pun ga sesuai dengan agama Islam. Karena hari raya umat Islam cuma ada tiga: Iedul Fitri, Iedul Adha, dan hari Jumat. Selain itu, ditakutkan adanya unsur tasyabbuh yaitu menyerupai musuh-musuh Allah. Budaya ulang tahun jelas bukanlah budaya kaum muslimin. (sumber: muslim.or.id dan almanhaj.or.id, sebenernya penjelasannya masih banyak lagi ๐Ÿ˜€ )

Well, I chose to believe that. Setelah dikaji, memang masuk akal. Terus terang, ini bukan hal yang mudah buatku. Aku harus mengesampingkan perasaan ga enak aku pada orang-orang yang kusayangi yang ga kuucapin di hari spesial mereka. So, I’m really sorry if I don’t send you birthday wishes on your special day. It’s not that I forget or I don’t care or I don’t want you to be happy, but I just do not celebrate birthday. I don’t think that it’s a very important thing, and I just want to be obedient to Allah.ย Walaupun aku ngga ngucapin, insyaAllah sebenernya aku selalu inget, dan ga cuma doain di hari spesialnya aja, tapi setiap hari setiap saat, insyaAllah aku selalu berdoa untuk orang-orang yang kusayangi. ๐Ÿ™‚

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan. โ€“ Yulian Purnama

 

Yang namanya perbedaan pendapat pasti selalu ada, tapi semoga ga ada perdebatan tentang hal yang baru aja kubahas ya hehehe.ย It’s (just) about what I believe and what you believe. And respect each other for what we believe. Jadi ga ada saling menyalahkan ya, saling mengerti dan menghargai pendapat aja ๐Ÿ˜‰

My Hockey Journey #4

โ€”

Kejohanan UPSI 2012 (Oktober 2012)

Actually I didn’t write about this in my previous blog, but now since I wrote about my hockey journey, I don’t wanna skip this event. It was my very first experience joining international indoor hockey championship (well, it’s more like festival) in Malaysia. My first going abroad too. It was exciting and unforgettable. My team got third place, and unfortunately men’s team from my college failed at quarter final. I must admit Malaysian teams are really great and tough. Their skills are amazing. We did get many experiences and lessons there.

DSC09799